Kamboja–Thailand Sepakat Tarik Senjata Berat, Akhiri Konflik Berdarah di Perbatasan?

AKURAT.CO Kamboja dan Thailand akhirnya mencapai kesepakatan penting untuk mengurangi ketegangan di perbatasan yang selama ini jadi sumber konflik. Kedua negara sepakat secara bertahap menarik senjata berat dari kawasan perbatasan yang disengketakan, sekaligus bekerja sama dalam membersihkan ranjau darat.
Kesepakatan itu dicapai dalam sesi khusus Komite Perbatasan Umum pada Selasa, 10 September. Pertemuan ini dianggap sebagai langkah besar menuju perdamaian dan stabilitas di sepanjang perbatasan sepanjang 800 km yang kerap memanas.
Latar Belakang Konflik Berdarah
Ketegangan meningkat setelah bentrokan bersenjata pada Juli lalu. Selama lima hari, pasukan Thailand dan Kamboja saling baku tembak dengan melibatkan jet tempur, rudal, hingga artileri berat. Pertempuran itu menewaskan lebih dari 40 orang dan memaksa ratusan ribu warga sipil mengungsi.
Padahal, lebih dari enam minggu sebelumnya, kedua negara telah menandatangani gencatan senjata yang dimediasi Presiden AS Donald Trump. Namun, pasukan dan persenjataan masih terus ditempatkan di perbatasan, membuat situasi tetap genting.
Tarik Senjata Berat dalam Tiga Minggu
Wakil Menteri Pertahanan Thailand, Nattaphon Narkphanit, menyatakan bahwa dalam tiga minggu ke depan, pihaknya bersama Kamboja akan menyelesaikan rencana pemindahan artileri berat serta senjata penghancur lainnya ke pangkalan militer normal.
Selain itu, panel khusus juga akan dibentuk dalam waktu satu bulan untuk mengoordinasikan pembersihan ranjau darat yang masih tersebar di sepanjang perbatasan.
Harapan Perdamaian Baru
Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Seiha, optimistis langkah ini akan segera menurunkan ketegangan. “Penghapusan senjata berat akan membantu meredakan situasi dengan cepat,” ujarnya.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, harapan perdamaian di perbatasan Thailand–Kamboja semakin terbuka, meski tantangan untuk menjaga stabilitas jangka panjang masih menanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






