Jokowi: Pembunuhan Ismail Haniyeh Bentuk Kekerasan yang Tak Bisa Ditoleransi

AKURAT.CO Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengecam dan mengutuk tindakan pembunuhan Ismail Haniyeh, kepala biro politik Hamas, yang terjadi di Teheran, Iran. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang tidak bisa ditoleransi.
"Itu sebuah kekerasan, pembunuhan yang tidak bisa ditoleransi," kata Jokowi usai meresmikan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Karya Kreatif Indonesia 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Dia mengatakan, pembunuhan ini terjadi di wilayah kedaulatan Iran, sehingga seharusnya mendapat kecaman dari semua pihak. "Saya kira semua, termasuk Indonesia, mengecam keras kekerasan dan pembunuhan seperti itu," ujarnya.
Baca Juga: Tewasnya Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh Dikhawatirkan Bikin Timur Tengah Makin Memanas
Ismail Haniyeh tewas dalam sebuah serangan yang terjadi di kediamannya di Teheran pada pagi hari tersebut. Menurut laporan, Haniyeh berada di Teheran sejak Selasa (30/7/2024) untuk menghadiri pelantikan presiden baru Iran, Masoud Pezeshkian, serta melakukan pertemuan dengan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Hamas menuduh Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, Israel enggan memberikan komentar mengenai tuduhan ini.
Haniyeh, yang menjabat sebagai kepala biro politik Hamas sejak 2017 setelah menggantikan Khaled Meshaal, dikenal sebagai tokoh penting setelah menjabat sebagai Perdana Menteri Palestina pada 2006.
Dia mendapatkan posisi tersebut setelah Hamas memenangkan pemilihan umum parlemen. Sejak saat itu, Haniyeh tinggal di pengasingan, berpindah antara Turki dan Qatar. Dia bergabung dengan Hamas pada tahun 1987 saat Intifada Pertama.
Selama agresi Israel terhadap Palestina, Haniyeh dan keluarganya menjadi sasaran serangan. Pada April lalu, tiga anak dan empat cucu Haniyeh tewas dalam serangan Israel. Kejadian tersebut menambah panjang daftar korban kekerasan yang dialami oleh keluarga Haniyeh di tengah konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina.P
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






