Rano Karno Belajar dari Tokyo, Benahi Kota Tua hingga Transportasi di Jakarta

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Metropolitan Tokyo, untuk mengembangkan kawasan bersejarah Kota Tua, memperkuat ekosistem kreatif, dan meningkatkan layanan transportasi perairan menuju Kepulauan Seribu.
Penjajakan itu dibahas Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, bersama Wakil Gubernur Tokyo, Tomohide Sato, di Tokyo Metropolitan Government, Selasa (27/10/2026).
Rano mengatakan, Jakarta ingin mempelajari pengalaman Tokyo dalam mengelola kawasan bersejarah, termasuk Asakusa dan Kagurazaka. Pembelajaran tersebut diarahkan untuk mendukung revitalisasi Kota Tua, tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang melekat pada kawasan itu.
Baca Juga: Demo di Bundaran HI, Delapan Rute Transjakarta Dialihkan hingga Tak Beroperasi
"Kami ingin bertukar pengalaman mengenai pengelolaan kawasan bersejarah seperti Asakusa dan Kagurazaka, khususnya dalam melibatkan masyarakat dan pelaku usaha," kata Rano dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (28/10/2026).
Selain penataan kawasan, Jakarta menjajaki pertukaran pengetahuan dalam pengelolaan museum, pengembangan pameran, pemanfaatan teknologi digital, dan penyelenggaraan program yang menarik bagi pengunjung, terutama anak-anak dan generasi muda. Jakarta juga mengusulkan pertukaran pengetahuan antarpengelola museum dari kedua kota.
Di sektor kebudayaan, Jakarta ingin mempelajari pengalaman Tokyo dalam memperkuat dukungan terhadap komunitas kreatif. Salah satu referensinya ialah Arts Council Tokyo, terutama dalam hal pendanaan, penyediaan ruang kreatif, dan pengembangan program kebudayaan yang dekat dengan masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan ambisi Jakarta memperkuat posisinya sebagai Kota Sinema. Kerja sama kedua kota diharapkan membuka peluang pengembangan ekosistem kreatif yang lebih kuat.
Di bidang transportasi, Jakarta menaruh perhatian pada pengembangan konektivitas perairan menuju Kepulauan Seribu. Peningkatan layanan tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga, memperlancar distribusi barang, dan mendorong pariwisata.
Jakarta juga ingin mempelajari penerapan transportasi publik ramah lingkungan di Tokyo, khususnya penggunaan bus hidrogen dan bus listrik.
"Kami ingin mempelajari pengalaman Tokyo dalam pengelolaan transportasi perairan yang aman, terjangkau, dan andal, termasuk kerja sama dengan operator, pembiayaan layanan, serta integrasi antarmoda," tuturnya.
Untuk diketahui, Jakarta dan Tokyo telah menjalin kemitraan kota kembar (sister city) sejak 23 Oktober 1989. Dalam pertemuan tersebut, Rano juga menyampaikan selamat atas penyelenggaraan World Cities Culture Summit 2026 di Tokyo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9DPR Ajak Semua Pihak Merawat Persatuan Lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda
- 10Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan







