Pramono Pilih Renovasi 11 SD Ketimbang Tambah Penerima Beasiswa LPDP Jakarta

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meluruskan informasi terkait program Beasiswa LPDP Jakarta. Kuota penerima beasiswa bukan untuk 100 orang, melainkan sekitar 50 hingga 75 mahasiswa karena anggaran juga diprioritaskan untuk memperbaiki sekolah-sekolah dasar yang mengalami kerusakan.
Angka 100 yang sebelumnya disampaikan merujuk pada nilai anggaran sebesar Rp100 miliar, bukan jumlah penerima beasiswa. Berdasarkan hasil pembahasan dengan LPDP Pusat, kebutuhan biaya untuk satu penerima beasiswa diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.
"Memang untuk 50 orang bukan 100, 100-nya itu Rp100 miliar. Berdasarkan hasil diskusi dengan LPDP Pusat, satu anak itu kebutuhannya kurang lebih Rp2 miliar sebenarnya. Jadi nanti yang berencana akan kita berangkatkan itu antara 50 sampai dengan 75 anak, jadi bukan 100," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (27/7/2026).
Baca Juga: Pembangunan Kembali Gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Dimulai September 2026
Menurutnya, penyesuaian jumlah penerima dilakukan karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta harus membagi prioritas anggaran untuk sektor pendidikan, khususnya rehabilitasi sekolah yang bbman mengalami kerusakan.
Salah satu fokus utama saat ini ialah mempercepat renovasi dan revitalisasi 11 sekolah dasar negeri yang membutuhkan perbaikan. "Karena memang salah satu prioritas untuk renovasi revitalisasi SD-SD yang terjadi kemarin. Awalnya cuma tujuh, kemudian saya sudah memutuskan tambah empat sehingga menjadi 11," ujarnya.
Dia memastikan seluruh sekolah yang masuk dalam daftar tersebut akan segera diperbaiki, termasuk SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 yang bangunannya roboh dan kini kegiatan belajar mengajarnya dipindahkan sementara ke sekolah lain.
"Sebelas itulah yang kita perbaiki, termasuk SD Negeri 9 Kebayoran Lama yang sementara pindah ke 11," ucap Pramono.
Baca Juga: Pramono Siapkan Pendanaan Alternatif Perbaiki Gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09: Bisa Pakai KLB
Sebelumnya, Pemprov Jakarta berencana meluncurkan program Beasiswa LPDP Provinsi Jakarta sebagai skema pembiayaan pendidikan tinggi bagi putra-putri Jakarta untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri. Program tersebut disiapkan dengan alokasi anggaran sekitar Rp100 miliar.
Di sisi lain, Pramono juga telah memutuskan menambah jumlah sekolah yang diprioritaskan untuk direvitalisasi dari semula tujuh menjadi 11 sekolah.
Keputusan itu diambil menyusul kondisi sejumlah bangunan sekolah yang dinilai membutuhkan penanganan segera, termasuk SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang menjadi sorotan setelah bangunannya roboh dan mengganggu proses belajar mengajar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






