Banjir Masih Terus Menghantui, Normalisasi Kali Ciliwung Harus Terealisasi di 2026

AKURAT.CO Banjir masih menjadi ancaman tahunan bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung. Harapan besar kini tertuju pada Program Normalisasi Ciliwung, yang direncanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mulai terealisasi pada 2026.
Ketua Komisi C DPRD Jakarta, Dimaz Raditya, menegaskan pentingnya percepatan normalisasi Sungai Ciliwung sebagai solusi utama banjir.
"Mau sampai kapan begini? Demi kelancaran program ini, semua lapisan masyarakat harus mendukung normalisasi Sungai Ciliwung," kata Dimaz, Sabtu (20/12/2025).
Baca Juga: Kementerian PU Percepat Pembangunan Tanggul Ciliwung Kendalikan Banjir
Politisi Partai Golkar itu mendorong Pemprov Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA), untuk segera mengambil langkah konkret. Menurut dia, normalisasi sungai tidak bisa lagi ditunda.
"Normalisasi harus segera dilakukan agar aliran air lancar dan tidak meluap ke permukiman warga," ujarnya.
Dimaz mengungkapkan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, Pemprov Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp319 miliar untuk pengadaan tanah normalisasi Sungai Ciliwung.
"Kami berharap anggaran ini bisa terealisasi dengan baik sehingga infrastruktur pengendalian banjir benar-benar terbangun dan melindungi warga," kata Dimaz.
Senada, Anggota Komisi C DPRD Jakarta, August Hamonangan, memastikan pihaknya akan mengawasi ketat pelaksanaan program tersebut. Dia menekankan pentingnya efektivitas dan transparansi anggaran.
Baca Juga: Normalisasi Ciliwung Difokuskan di Dua Kelurahan, Pemprov Jakarta Siapkan Rp232 Miliar
"Warga Jakarta sudah semakin lelah dengan banjir dan menuntut solusi yang konkret. Jangan sampai program ini bocor atau tidak efisien," tutur penasihat Fraksi PSI itu.
Sementara itu, Pemprov Jakarta mulai menjalankan tahapan pembebasan lahan di sejumlah titik rawan banjir. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengatakan, pembebasan lahan dan pembangunan sheetpile di aliran Sungai Ciliwung sudah berjalan.
"Sesuai arahan gubernur, pembebasan lahan di Cawang dan Cililitan akan diselesaikan oleh Dinas SDA tahun ini," ujar Munjirin saat dikonfirmasi.
Dia menjelaskan, setelah wilayah Cawang dan Cililitan rampung, pembebasan lahan akan berlanjut ke Bidara Cina, Kampung Melayu, dan Kebon Manggis.
"Saat ini proses pembebasan lahan di Cawang dan Cililitan masih dalam tahap pemberkasan dan ditargetkan selesai tahun ini," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








