Iran: Lintasi Jalur Tidak Sah, Kapal Tanker Minyak Keempat Terkena Ranjau Selat Hormuz

AKURAT.CO Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa sebuah kapal tanker minyak keempat telah terkena ranjau dan terbakar saat mencoba melintasi jalur yang tidak sah di Selat Hormuz, Jumat (30/10/2026).
Kantor hubungan masyarakat angkatan laut tersebut mengatakan bahwa kapal supertanker yang mengangkut lebih dari 2 juta barel minyak mentah itu mengabaikan peringatan radio berulang kali agar tidak menggunakan jalur selatan di perairan strategis tersebut.
Menurut pernyataan itu, kapal tersebut terkena ranjau, yang memicu ledakan dahsyat dan menyebabkannya terbakar.
IRGC menyatakan bahwa kapal tanker tersebut berupaya keluar dari selat itu melalui apa yang mereka sebut sebagai jalur selatan yang tidak sah.
Mereka mengklaim bahwa insiden ini merupakan kejadian keempat di mana sebuah kapal tanker terbakar di selat tersebut sejak Jumat pagi.
United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) sebelumnya melaporkan bahwa sebuah kapal telah terkena proyektil tak dikenal sejauh 40 mil laut di sebelah selatan Pulau Lavan, Iran, pada pukul 18.00 GMT.
UKMTO menyebutkan bahwa proyektil tersebut menghantam sisi kiri kapal dan menyebabkan kebakaran di atas kapal. Mereka menambahkan bahwa seluruh awak kapal dalam keadaan selamat dan tidak ada dampak lingkungan yang dilaporkan.
Belum jelas apakah insiden yang dilaporkan oleh UKMTO ini berkaitan dengan kapal tanker yang disebutkan oleh IRGC.
Dalam beberapa minggu terakhir, otoritas Iran telah melaporkan sejumlah insiden yang melibatkan kapal-kapal komersial di dalam dan sekitar selat tersebut, termasuk kapal-kapal tanker yang diduga mengalami kerusakan akibat ranjau laut.
Selat tersebut, yang menghubungkan Teluk dengan Teluk Oman, merupakan salah satu jalur maritim terpenting di dunia untuk pengiriman minyak dan gas alam cair.
Ketegangan maritim terus berlanjut sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu tindakan balasan dari Iran di seluruh kawasan tersebut.
Meskipun telah dilakukan berbagai upaya diplomatik dan penandatanganan nota kesepahaman antara Washington dan Teheran pada bulan Juni, perselisihan mengenai keamanan maritim serta pengaturan navigasi di selat tersebut masih terus berlanjut.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







