Beredar Kabar Biaya Sidang Maarten Paes Tembus 32 Miliar Rupiah, PSSI: Sok Tahu!

AKURAT.CO PSSI melalui Anggota Komite Eksekutif (Exco), Arya Sinulingga, geram mengenai kabar yang menyebutkan bahwa biaya sidang Maarten Paes di Pengadilan Arbitasi Olahraga (CAS) menyentuh angka hingga Rp32 miliar.
“Ini terlalu banyak sok tahu semua ini,” ucap Arya Sinulingga dalam acara diskusi APPI bersama PSSI Pers di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2024).
Arya menegaskan bahwa PSSI akan bicara hal yang memang pasti. Menurutnya, semua langkah yang diambil PSSI sudah dalam perhitungan.
"Sudahlah, kami akan bicara kalau sudah pasti. Santai-santai saja. Kita semua tahu langkah-langkah PSSI sudah diperhitungkan semua," jelas Arya Sinulingga.
Baca Juga: Beredar Kabar Biaya Sidang Maarten Paes Tembus 32 Miliar Rupiah, PSSI: Sok Tahu!
Maarten Paes memang masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah meski sudah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Penjaga gawang FC Dallas ini belum bisa membela Timnas Indonesia karena proses administrasinya masih terganjal di FIFA.
Oleh sebab itu, Maarten Paes harus menunggu hasil sidang dari CAS. Hal ini lantaran dia sempat bermain bersama Timnas Belanda U-21. Namun, usia Maarten Paes kala itu sudah masuk 22 tahun.
Tak ayal perpindahan federasi Maarten Paes dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) ke PSSI di FIFA terganjal Statuta FIFA Pasal 9 tentang Perpindahan Asosiasi Huruf b Ayat 3.
"Ketika diturunkan dalam pertandingan resmi terakhirnya dalam kompetisi apapun untuk asosiasinya saat ini, dia belum menginjak usia 21 tahun," bunyi Statuta FIFA Pasal ke-9.
Baca Juga: Tak Berhenti di Maarten Paes, PSSI Kini Proses Naturalisasi Calvin Verdonk dan Jens Raven
Arya menegaskan tersendatnya permasalahan persidangan Maarten Paes bukan karena biaya.
“Kami tahu bagaimana biaya-biaya dan lain-lain sudah kami hitung. Jika terbentur biaya, sejak awal, kami sudah tahu masalahnya, tidak mungkin kami jadikan Maarten Paes sebagai WNI," ucap Arya Sinulingga.
"Kalau karena biaya, pasti kami setop sejak awal. Pakai logika. Kalau ada yang analisis, coba pakai logika sederhana. Kalau masalah biaya, kami pasti tidak meneruskan menjadi WNI."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








