Akurat Logo

Remaja Penganut Supermasi Kulit Putih Rencanakan Penembakan Massal di Kuil Hindu Chicago

Fitra Iskandar | 16 Oktober 2026, 11:23 WIB
Remaja Penganut Supermasi Kulit Putih Rencanakan Penembakan Massal di Kuil Hindu Chicago
Polisi menangkap remaja yang merencanakan penembakan massal di kuil Hindu California. - BBC

AKURAT.CO Polisi menggagalkan rencana seorang remaja yang bekerja sebagai kasir di Taco Bell melakukan penembakan massal di sebuah kuil Hindu dekat Chicago. Remaja itu dibekuk sebelum melancarkan aksinya, berkat informasi salah satu rekan kerja pelaku.

Dilaporkan BBC, pelaku Bernama Alexandros Paporakis berusia 19 tahun, dari Palatine, Illinois. Ia hadir di pengadilan pada hari Rabu dengan dakwaan melakukan ancaman teroris dan kepemilikan senjata secara ilegal.

Para pejabat menyatakan bahwa Paporakis diduga mengirim pesan mengenai rencana serangan tersebut pada hari Minggu kepada rekan kerjanya, yang kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang.

Polisi mengatakan mereka menemukan sejumlah tulisan di mana Paporakis mengidentifikasi dirinya sebagai pendukung supremasi kulit putih dan mengungkapkan kebenciannya terhadap orang-orang bukan kulit putih.

Kepala Kepolisian Palatine, William Nord, mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka menerima informasi mengenai rencana penembakan massal tersebut pada hari Minggu dari seseorang yang menerima "komunikasi elektronik yang mengkhawatirkan" dari Paporakis.

"Komunikasi ini berperan penting dalam membawa masalah ini ke perhatian penegak hukum," ujar kepala kepolisian tersebut.

Menurut CBS, mitra BBC di AS, pihak jaksa menyatakan bahwa orang yang memberikan informasi tersebut adalah rekan kerja Paporakis.

Nord mengatakan bahwa sebuah mobil Honda RDX berwarna merah yang terdaftar atas nama Paporakis memasuki area parkir sebuah "kuil Hindu yang dikenal" di wilayah pinggiran Aurora pada hari Minggu siang.

Tersangka diduga mencoba melepaskan tembakan, namun senjatanya macet, sehingga ia pun pulang ke rumah tempat ia tinggal bersama ibunya.

Menurut NBC Chicago, Paporakis memberi tahu rekan kerjanya melalui pesan telepon bahwa senjatanya macet dan ia segera pergi dari lokasi tersebut dengan "sangat cepat".

Sesampainya di rumah, ia "mencari informasi di internet tentang cara memperbaiki senjata yang macet dan menelepon seorang rekan kerja untuk menyampaikan niatnya melakukan penembakan massal," lapor NBC Chicago.

Ia diduga bertindak seorang diri.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.