AKURAT.CO, Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, memuji ketatnya persaingan yang terjadi di Super League 2025-2026.
Menurut Zainudin Amali, ketatnya persaingan membuat roda kompetisi Super League semakin enak dinikmati.
Persaingan papan atas Super League 2025-2026 memang semakin panas. Jarak poin antar satu tim sangat dekat dengan yang lainnya.
Terbaru Persija Jakarta semakin memanaskan persaingan setelah tim berjuluk Macan Kemayoran ini meraih kemenangan 3-0 menjamu Bhayangkara FC.
Sukses ini diraih Persija di laga tunda pekan kedelapan Super League 2025-2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (29/12) malam.
Dengan tambahan tiga poin Persija Jakarta merangsek ke posisi tiga klasemen sementara dengan raihan 32 poin.
Mereka hanya terpaut dua poin dari Borneo FC dan juga Persib Bandung yang berada di posisi dua dan pertama klasemen sementara.
Kondisi persaingan yang tidak terduga ini dianggap sebagai indikator kemajuan kualitas sepakbola profesional di tanah air.
"Bagus lah, persaingan papan atas semakin seru ini ya. Dengan kemenangan Persija hari ini, berarti posisi pertama, kedua, ketiga," kata Amali usai laga Persija vs Bhayangkara di Stadion GBK, Jakarta.
"Ada Persib, Borneo, Malut. Semakin enak ditonton, semakin bagus."
Zainudin Amali yang menyaksikan langsung laga Persija Jakarta melawan Bhayangkara FC mengaku sangat puas. Menurutnya semua tim menunjukkan peningkatan kualitas.
Selain fokus pada hasil pertandingan, Amali juga memberikan perhatian terhadap kebijakan teknis yang diambil oleh para pelatih.
Di mana banyak pelatih di Super League sudah berani memainkan para pemain muda untuk bermain di kompetisi strata tertinggi di Indonesia ini.
“Saya lihat bagus ya, pemain-pemain muda diturunkan dan diberi kesempatan. Kami tentu berterima kasih kepada klub-klub yang memberikan jam atau menit bermain kepada para pemain muda," katanya.
Baginya regenerasi pemain melalui menit bermain yang cukup adalah investasi jangka panjang bagi kekuatan Tim Nasional Indonesia.
"Itu penting agar mereka terbiasa berada dalam suasana kompetisi,” tegas politisi Partai Golkar ini.
Selain itu dia juga memuji tertibnya kehadiran kelompok suporter di dalam stadion. Meski begitu Amali menegaskan PSSI tidak bisa begitu saja mencabut regulasi larangan kehadiran suporter saat tim kesayangannya melakukan away day.
“Perjalanannya masih sampai tahun depan, jadi tentu tidak bisa dievaluasi di tengah jalan. Kami akan melihat kesiapan dari I.League terlebih dahulu. Setelah itu dilaporkan ke PSSI, baru kemudian kami rapatkan bersama LIB,” katanya.