F1 dan FIA sedang Banyak Skandal, Lewis Hamilton Soroti Kurangnya Transparansi
AKURAT.CO, Balap mobil paling bergengsi di dunia, Formula One (F1), tampaknya sedang dalam keadaan kusut sekarang. Sampai-sampai, juara dunia Formula One (F1) tujuh kali, Lewis Hamilton, mengatakan bahwa F1 saat ini tidak transparan dan akuntabel.
Pernyataan ini disampaikan oleh Lewis Hamilton menjelang Grand Prix Australia 2024 di Melbourne, pekan ini, menyusul sejumlah skandal yang terjadi di Federasi Otomobil Internasional (FIA) dan petinggi tim F1.
“Dengan (yang terjadi) di FIA, hal-hal yang terjadi di balik pintu, tidak ada akuntabilitas dan pendukung membutuhkan itu,” kata Lewis Hamilton sebagaimana dipetik dari BBC.
Baca Juga: Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem Diperiksa dengan Tuduhan Pengaruhi Sanksi Fernando Alonso
“Bagaimana Anda bisa memercayai olahraga ini dan apa yang bakal terjadi di sini jika Anda tidak memiliki (transparansi) itu?”
Salah satunya adalah pembersihan kasus dugaan campur tangan Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, terhadap balapan di Arab Saudi dan Las Vegas tahun lalu. Komite Etik FIA menyatakan tak cukup bukti untuk memperkarakan Ben Sulayem.
“(Ben Sulayem) tidak pernah (saya percaya),” kata Lewis Hamilton.
Kasus lain adalah dugaan perilaku tak pantas yang dilakukan oleh Kepala Tim Red Bull, Christian Horner, terhadap staf perempuan di timnya. Setelah melakukan penyelidikan internal, Red Bull juga membebaskan Horner.
“(F1) Ini masih tetap olahraga yang didominasi laki-laki. Dan kita hidup di masa di mana pesannya adalah, ‘jika Anda menyampaikan gugatan, Anda akan dipecat’,” kata Hamilton.
Baca Juga: Christian Horner Resmi Dibebaskan dari Tuduhan, Bersiap untuk Seri Pembuka di Bahrain
“Dan itu adalah narasi yang buruk untuk menggambarkan dunia, terutama ketika kita bicara tentang keterbukaan. Kita perlu memastikan bahwa kita tetap jujur dengan nilai-nilai utama.”
Satu kasus lain adalah gugatan yang diajukan istri bos Mercedes Toto Wolff, Susie Wolff. Suzie Wolff mengambil jalan hukum melawan FIA karena tuduhan konflik kepentingan dalam posisinya sebagai Direktur Akademi F1.
Tahun lalu, Suzie Wolff diperiksa FIA karena dituduh memberikan informasi rahasia ke Mercedes melalui suaminya dalam posisinya sebagai Direktur Akademi F1. Wolff menuduh perkara ini mengandung bias gender karena posisinya sebagai perempuan di jabatan penting FIA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








