Akurat Logo

Korea Terbuka: Kadek Dhinda, Mutiara Ayu, dan Richie Richardo Tembus Babak Utama

Dian Eko Prasetio | 3 November 2026, 14:39 WIB
Korea Terbuka: Kadek Dhinda, Mutiara Ayu, dan Richie Richardo Tembus Babak Utama
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, saat tampil di putaran Kualifikasi Korea Terbuka 2026 di Yeosu, Korea Selatan, Selasa (3/11/2026). PBSI.

AKURAT.CO, Perjuangan luar biasa ditunjukkan para pebulutangkis muda Indonesia pada babak kualifikasi ajang BWF World Tour Super 500 Korea Terbuka 2026.

Tiga wakil Merah Putih sukses mengamankan tiket berharga untuk melangkah ke babak utama Korea Terbukka usai memetik kemenangan penting di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, Selasa (3/11/2026).

Tiket babak utama sektor tunggal putri Korea Terbuka berhasil digenggam oleh Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan Mutiara Ayu Puspitasari.

Dhinda melaju ke babak utama lewat perjuangan dramatis berdarah-darah saat menundukkan wakil tuan rumah, Kim Ga Ram, melalui pertarungan rubber game ketat dengan skor 25-23, 18-21, dan 21-9.

Baca Juga: Korea Terbuka: Sektor Tunggal Turunkan Kekuatan Penuh, Skuad Cipayung Bawa 12 Wakil ke Yeosu

Dhinda mengakui bahwa duel melawan pemain berpostur tinggi menuntut adaptasi fisik dan taktik yang ekstra keras, terutama saat tertinggal di gim pertama.

"Lawan dengan postur yang tinggi pasti mempunyai pukulan belakang yang tajam, jadi di gim pertama saya coba banyak menurunkan bola, tapi speed dan power saya masih kurang sehingga belum bisa meladeni permainan dia," kata Dhinda.

"Setelah dia dapat game point, saya melihat gerakannya melambat, jadi saya berusaha untuk tahan dan malah bisa balik unggul."

Sempat kehilangan gim kedua akibat perubahan tempo lawan, Dhinda bangkit mendominasi di gim penentu setelah melihat sang lawan mulai kehabisan tenaga.

Menatap babak utama menghadapi wakil Chinese Taipei, Chiu Pin-Chian, Dhinda bertekad menuntaskan misi balas dendam.

"Evaluasi ke babak utama, saya mesti memperbaiki pengembalian-pengembalian bola yang masih gampang mati sendiri dan lob-nya masih suka melebar," kata Dhinda.

"Besok bertemu Chiu Pin-Chian, saya harus lebih menguatkan pikiran karena Chiu adalah pemain yang sudah di level atas, pasti tidak mudah dimatikan. Saya juga mau balas kekalahan di Korea Masters tahun lalu."

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.