Australia Terbuka: Aryna Sabalenka Dikepung Armada Amerika Serikat, Iga Swiatek Mengintai

AKURAT.CO, Gelaran Grand Slam pembuka musim, Australia Terbuka 2026, diprediksi menjadi panggung persaingan paling sengit di jagat tenis putri WTA.
Aryna Sabalenka yang datang sebagai unggulan pertama dipastikan menghadapi jalan terjal karena kepungan petenis Amerika Serikat serta ambisi besar petenis putri peringkat kedua dunia, Iga Swiatek.
Sabalenka membidik gelar ketiganya dalam empat tahun terakhir di Melbourne Park. Petenis asal Belarusia ini mengusung misi penebusan dosa setelah pada edisi musim lalu secara mengejutkan tumbang di tangan Madison Keys pada partai final.
Baca Juga: Menanti Ratu Baru di Melbourne Park, Aryna Sabalenka Dikepung Dominasi AS dan Ambisi Swiatek
"Jujur saja, tidak ada bedanya. Entah saya juara bertahan atau kalah di babak pertama tahun lalu, tujuannya selalu sama: memberikan tenis terbaik dan meningkatkan permainan saya," tegas Sabalenka, dikutip dari AFP.
Madison Keys sendiri kembali ke Melbourne dengan status juara bertahan. Meski performanya sempat fluktuatif sepanjang 12 bulan terakhir, The American Powerhouse tetap menjadi ancaman nyata bagi siapa pun.
Tak hanya Keys, dominasi Amerika Serikat di peringkat elite dunia menjadi tantangan tersendiri. Amerika Serikat mengirimkan armada tempur terbaiknya, mulai dari Coco Gauff (peringkat ketiga dunia), Amanda Anisimova (peringkat keempat), hingga Jessica Pegula (peringkat keenam).
Coco Gauff datang dengan modal kepercayaan diri tinggi pasca-menjuarai Prancis Terbuka tahun lalu dan menumbangkan Iga Swiatek di United Cup. Gauff siap melangkah lebih jauh di Grand Slam pembuka musim ini.
Baca Juga: Bekal Manis Menuju Australia Terbuka, Aryna Sabalenka Sabet Gelar Ketiga di Brisbane International
"Saya menghabiskan masa pramusim untuk menjadi lebih baik secara keseluruhan dan lebih nyaman dengan permainan saya," kata Gauff.
Senada dengan Gauff, Amanda Anisimova juga tengah dalam performa terbaik sepanjang kariernya. Setelah menembus final Wimbledon dan AS Terbuka pada musim lalu, Anisimova kini menjadi lawan yang paling diwaspadai oleh Sabalenka.
Di sisi lain, petenis putri terbaik Polandia, Iga Swiatek, masih menyimpan rasa penasaran besar. Dari enam trofi Grand Slam yang sudah dikoleksinya, Australia Terbuka menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
"Di Grand Slam, Anda harus benar-benar bermain luar biasa selama dua minggu. Tidak boleh ada hari buruk dan harus tetap konsisten," ujar Swiatek mengenai tantangannya di Melbourne.
Selain rivalitas papan atas, Australia Terbuka 2026 juga akan mencatatkan sejarah baru. Legenda tenis dunia, Venus Williams, dipastikan tampil setelah menerima wildcard.
Tampil di usia 45 tahun, kakak kandung Serena Williams ini akan tercatat sebagai petenis putri tertua yang berlaga di babak utama Melbourne Park dalam sejarah turnamen.
Dengan sederet nama besar yang ambil bagian, mampukah Sabalenka membendung serangan dari berbagai penjuru, ataukah Melbourne Park akan melahirkan kejutan baru?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







