Akurat Logo

KUR Senilai Rp150,5 Triliun Masih Menumpuk di Jawa, Kok Bisa?

Andi Syafriadi | 28 Oktober 2026, 11:58 WIB
KUR Senilai Rp150,5 Triliun Masih Menumpuk di Jawa, Kok Bisa?
Ilustrasi Kredit Usaha Rakyat (KUR)

AKURAT.CO Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mencapai Rp150,5 triliun hingga 23 Oktober 2026.

Namun, distribusi pembiayaan tersebut masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara porsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) relatif kecil.

Merespon hal tersebut, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Helvi Moraza mengatakan pemerataan penyaluran KUR perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan lembaga penyalur.

Baca Juga: Kredit UMKM BCA Tumbuh 15,4 Persen, Bunga Mulai 5,81 Persen Jadi Daya Tarik

"Kami berharap melalui pembiayaan tersebut tidak hanya memperbesar akses kredit, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha di wilayah yang belum memperoleh penyaluran secara optimal," paparnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Mengutip hasil data Kementerian UMKM, wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara menyumbang sekitar 57% dari total realisasi KUR nasional. Dari penyaluran di kawasan tersebut, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat berkontribusi sekitar 78%, sedangkan Bali, NTB, dan NTT baru sekitar 12%.

Perbedaan porsi itu menunjukkan bahwa akses pembiayaan KUR di kawasan tersebut belum tersebar secara merata. Karena itu, lanjut Helvi, Kementerian UMKM akan mendorong peningkatan penyaluran di Bali dan Nusa Tenggara agar lebih banyak pelaku usaha di daerah tersebut dapat mengakses pembiayaan bersubsidi.

“Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengakselerasi penyaluran KUR, khususnya pada sektor produksi, pencapaian target debitur baru, dan pemerataan penyaluran di Bali dan Nusa Tenggara,” ucapnya kembali.

Realisasi KUR Nasional Mencapai 91 Persen

Secara nasional, realisasi KUR hingga 23 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp262,4 triliun atau 91% dari target Rp290 triliun. Penyaluran tersebut telah menjangkau 4,07 juta debitur.

Kementerian UMKM juga mencatat realisasi debitur baru mencapai 118% dari target. Sementara itu, penyaluran KUR nasional ke sektor produksi berada di angka 66%, melampaui target 65%.

Baca Juga: Omzet UMKM di Jaringan SRC Tembus Rp12,9 Triliun pada 2026

Meski capaian nasional tersebut relatif tinggi, tantangan di tingkat regional masih terlihat. Porsi KUR untuk sektor produksi di kawasan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara baru mencapai 61,1%. Sehingga angka tersebut masih di bawah target yang ditetapkan.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu memperhatikan dua hal sekaligus, yakni pemerataan pembiayaan antardaerah dan peningkatan porsi kredit bagi usaha produktif.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.