BTN Gandeng Jakarta Fashion Week 2027, Bidik UMKM Fesyen

AKURAT.CO PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat dukungannya terhadap industri fesyen dan ekonomi kreatif nasional melalui keterlibatannya sebagai Official Bank Partner Jakarta Fashion Week (JFW) 2027.
Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas dukungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor fesyen.
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando mengatakan, keterlibatan perseroan dalam JFW 2027 tidak hanya bertujuan memperkuat merek. Tetapi juga mendorong pertumbuhan industri kreatif melalui kolaborasi dengan desainer dan pelaku UMKM.
Baca Juga: BTN Salurkan KPR Rp552 Triliun, Pangsa Pasar Subsidi Capai 69 Persen
"Keterlibatan BTN dalam Jakarta Fashion Week 2027 merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung perkembangan industri fesyen dan ekonomi kreatif nasional. Kami ingin memperkuat posisi BTN sebagai bank yang modern dan adaptif, serta mendorong pelaku UMKM agar semakin berkembang dan memiliki daya saing," ujar Ramon.
JFW 2027 berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta. Ajang ini menjadi wadah bagi para desainer untuk memperkenalkan karyanya. Sekaligus memperluas peluang pasar industri fesyen nasional, baik di dalam maupun luar negeri.
Selama penyelenggaraan JFW 2027, BTN melakukan berbagai aktivasi untuk memperkenalkan produk dan layanan perbankan. Upaya tersebut dilakukan melalui interaksi dengan pengunjung, desainer, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.
BTN juga mengintegrasikan program BTN Fashion Lab untuk mendukung pengembangan UMKM binaan di sektor fesyen. Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan desainer terpilih JFW. Dengan begitu, dapat mendorong inovasi produk, kreativitas, dan daya saing pelaku usaha.
Baca Juga: BTN Buka Kompetisi Inovasi Perumahan, Pendaftaran hingga 30 November
"Melalui BTN Fashion Lab, BTN berupaya meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar bagi UMKM fesyen," tegas Ramon.
Dukungan terhadap pengembangan industri fesyen nasional juga mendapat perhatian dari Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri. Dia mengatakan, kekayaan wastra, keberagaman budaya, kreativitas desainer, serta keterampilan pelaku usaha menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengembangkan produk fesyen yang berdaya saing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian









