Akurat Logo

Mengenal Sistem Peternakan Ayam Bebas Sangkar dan Cara Produksi Telurnya

Winna Wandayani | 30 Oktober 2026, 16:11 WIB
Mengenal Sistem Peternakan Ayam Bebas Sangkar dan Cara Produksi Telurnya
Mengenal Sistem Peternakan Ayam Bebas Sangkar dan Cara Produksi Telurnya. (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Telur ayam bebas sangkar mulai diperkenalkan kepada konsumen melalui kampanye Telur Baik yang digelar Indonesian Cage-free Association (ICFA). Kegiatan ini berlangsung di Farmers Market Mall Kelapa Gading (MKG), pada 22 Oktober hingga 1 November 2026.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengenal proses pemeliharaan ayam petelur hingga produksi telur. Ketua ICFA, Kristina Yolanda, mengatakan edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada konsumen mengenai asal-usul telur yang dikonsumsi.

"Kami ingin telur ayam bebas sangkar bisa hadir di banyak peritel dan ikut menjadi pilihan para ibu saat memilih menu makan sehari-hari," jelas Yolanda, saat bincang media yang digelar di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Dalam sistem pemeliharaan bebas sangkar, ayam tidak ditempatkan di kandang baterai sehingga memiliki ruang untuk bergerak. Ayam juga dapat melakukan perilaku alami, seperti bertengger, mengais, mandi debu dan bertelur di kotak sarang.

Sementara itu, sistem free-range memberikan akses tambahan bagi ayam untuk beraktivitas di luar area kandang. Dengan sistem tersebut, ayam juga memiliki kesempatan memperoleh variasi pakan dari lingkungan sekitarnya.

Dalam kegiatan ini, ICFA memperkenalkan tiga peternak anggotanya, yaitu PT Inti Prima Satwa Sejahtera (IPSS), CV Gemilang Farm dan PT Girijaya Budiman Agro. Ketiganya telah memperoleh sertifikasi Certified Humane terkait penerapan standar kesejahteraan hewan.

IPSS menghadirkan telur Nava yang dihasilkan dari ayam dengan pakan berbasis protein nabati. Sementara itu, CV Gemilang Farm membawa Happy Eggs yang berasal dari ayam dengan sistem pemeliharaan free-range dan memiliki kandungan omega-3.

Adapun PT Girijaya Budiman Agro menghadirkan Tamago Egg dari peternakan ayam free-range. Perwakilannya, Bryan, menjelaskan ayam mendapatkan akses ke area terbuka untuk berjemur dan mencari pakan tambahan, seperti daun kemangi dan daun pepaya.

"Paparan sinar matahari meningkatkan kandungan vitamin D pada telur, sementara pakan tambahan seperti daun kemangi dan daun pepaya menjadi sumber antioksidan alami bagi ayam," ujar Bryan.

ICFA didirikan pada Mei 2024 untuk mewadahi peternak ayam petelur bebas sangkar di berbagai wilayah Indonesia. Organisasi ini juga memberikan pendampingan dan dukungan teknis melalui kerja sama dengan Global Food Partners.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.