Apa Itu PP TUNAS? Aturan Perlindungan Anak di Media Sosial dan Dampaknya

AKURAT.CO Apa itu PP TUNAS dan bagaimana dampaknya bagi pengguna media sosial di Indonesia?
PP TUNAS merupakan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak yang bertujuan menciptakan ruang digital lebih aman bagi anak-anak.
Aturan ini mengatur perlindungan anak saat menggunakan internet, termasuk pembatasan akses berdasarkan usia dan tingkat risiko platform digital.
Penerapannya juga mewajibkan penyelenggara platform untuk meningkatkan sistem keamanan dan perlindungan pengguna anak.
Lantas, apa saja tujuan PP TUNAS, bagaimana aturan ini diterapkan, dan siapa yang terdampak?
Baca Juga: Pilih Jalur Idealis Dibanding Kejar Tren Viral, Dita Meychan: Enggak Bisa Diatur!
Apa Itu PP Tunas?
PP TUNAS adalah singkatan yang digunakan untuk menyebut Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.
Aturan ini ditetapkan pada 27 Maret 2025 untuk memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan lebih baik saat menggunakan internet dan layanan digital.
Tujuan PP TUNAS
PP TUNAS bertujuan menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak. Berikut beberapa tujuan utamanya:
Melindungi anak dari konten berbahaya, seperti pornografi, kekerasan, perjudian daring, dan materi yang tidak sesuai usia.
Mencegah perundungan siber, pelecehan, penipuan, serta eksploitasi anak melalui internet.
Membatasi akses sesuai usia, dengan mempertimbangkan tingkat risiko layanan dan fitur digital.
Memperkuat perlindungan data pribadi anak, agar informasi pribadi mereka tidak disalahgunakan.
Meningkatkan tanggung jawab platform digital, termasuk dalam menerapkan verifikasi usia dan fitur keamanan bagi anak.
Baca Juga: Aturan Klasifikasi Usia Pengguna Media Sosial 2026: Ini Tujuan dan Dampaknya
Bagaimana Aturan PP TUNAS Diterapkan?
Aturan ini dilaksanakan lebih lanjut melalui Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026, yang mulai berlaku pada 6 Maret 2026. Implementasi kebijakan pembatasan akses anak dimulai secara bertahap pada 28 Maret 2026.
Salah satu ketentuan pentingnya adalah anak di bawah usia 16 tahun tidak diperbolehkan memiliki akun pada platform digital berisiko tinggi, sesuai ketentuan yang berlaku.
Penerapan dilakukan secara bertahap, dimulai dari platform seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox.
Platform digital juga diwajibkan menilai risiko layanan, menerapkan langkah perlindungan anak, serta mematuhi ketentuan pengawasan pemerintah.
Dampak PP TUNAS bagi Masyarakat
Bagi anak: akses ke layanan digital tertentu dibatasi sesuai usia dan risiko platform.
Bagi orang tua: perlu lebih aktif mendampingi anak dalam menggunakan internet.
Bagi platform digital: harus menyesuaikan sistem, fitur, dan kebijakan agar sesuai dengan ketentuan perlindungan anak.
Bagi masyarakat: diharapkan tercipta lingkungan digital yang lebih aman dan ramah anak.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan PP TUNAS?
PP TUNAS adalah singkatan yang digunakan untuk menyebut Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Aturan ini menjadi landasan untuk memperkuat perlindungan anak dalam menggunakan layanan digital.
2. Apa tujuan utama PP TUNAS?
Tujuan utamanya adalah melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital, seperti paparan konten berbahaya, perundungan siber, penipuan, eksploitasi, serta penyalahgunaan data pribadi. Kebijakan ini juga mendorong platform digital menyediakan layanan yang lebih aman bagi anak.
3. Kapan PP TUNAS mulai diterapkan?
PP TUNAS ditetapkan pada 27 Maret 2025. Aturan pelaksanaannya, yaitu Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026, mulai berlaku pada Maret 2026, dengan implementasi pembatasan akses anak yang dimulai secara bertahap pada 28 Maret 2026.
4. Apakah PP TUNAS membatasi penggunaan media sosial oleh anak?
Ya. Aturan ini mengatur akses anak terhadap layanan digital berdasarkan kelompok usia dan tingkat risiko platform. Anak di bawah usia 16 tahun tidak diperbolehkan memiliki akun pada platform digital berisiko tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.
5. Platform apa saja yang terdampak PP TUNAS?
Penerapan kebijakan ini dimulai secara bertahap pada sejumlah platform, termasuk YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, Bigo Live, dan Roblox. Pelaksanaan kewajiban perlindungan anak mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Kesimpulan
PP TUNAS merupakan kebijakan pemerintah untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui pengaturan akses berdasarkan usia dan tingkat risiko platform.
Aturan ini bertujuan mengurangi paparan konten berbahaya, mencegah perundungan siber dan eksploitasi, serta meningkatkan tanggung jawab penyelenggara layanan digital.
Penerapannya juga mendorong peran aktif orang tua dalam mendampingi anak menggunakan internet.
Dengan memahami PP TUNAS, masyarakat dapat mengetahui ketentuan perlindungan anak di ruang digital dan mengikuti perkembangan implementasinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian



