Akurat Logo

Frugal Living vs Minimalis, Gaya Hidup Hemat di Tengah Ekonomi yang Lesu

Redaksi Akurat | 27 Oktober 2026, 12:15 WIB
Frugal Living vs Minimalis, Gaya Hidup Hemat di Tengah Ekonomi yang Lesu
Ilustrasi perbedaan orang yang menerapkan frugal living dan minimalis - Gemini

AKURAT.CO Saat kita menjalani hidup sederhana kini semakin banyak diminati, terutama oleh orang-orang yang ingin mengatur keuangan dengan lebih baik. Dua gaya hidup yang sering dikaitkan dengan hal tersebut adalah frugal living dan minimalis.

Sekilas, keduanya terlihat mirip karena sama-sama mengajarkan seseorang untuk mengurangi hal yang tidak diperlukan. Namun, frugal living dan minimalis sebenarnya memiliki fokus yang berbeda.

Frugal living lebih menekankan pada cara mengelola uang agar pengeluaran tidak berlebihan. Sementara itu, gaya hidup minimalis berfokus pada kesederhanaan dengan mengurangi barang atau hal yang tidak memberikan nilai berarti dalam kehidupan.

Baca Juga: Ini Rahasia Frugal Living ala Sahabat Nabi yang Bikin Hidup Tenang dan Berkah

Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasan mengenai perbedaan frugal living dan minimalis yang perlu diketahui.

1. Perbedaan Tujuan Frugal Living dan Minimalis

Perbedaan utama kedua gaya hidup ini terletak pada tujuan yang ingin dicapai.

Frugal living bertujuan menghemat pengeluaran dan menghindari pemborosan. Orang yang menerapkan gaya hidup ini biasanya lebih mempertimbangkan manfaat, kualitas, dan harga sebelum membeli sesuatu.

Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang membangun tabungan, mengurangi utang, dan mencapai kebebasan finansial.

Sementara itu, gaya hidup minimalis lebih berfokus pada kehidupan yang sederhana dan tidak dipenuhi barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Tujuannya agar seseorang bisa lebih fokus pada hal-hal yang dianggap penting, seperti keluarga, pekerjaan, kesehatan, atau pengalaman hidup.

Dengan kata lain, frugal living lebih menekankan efisiensi keuangan, sedangkan minimalisme menekankan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan.

2. Perbedaan Cara Mengatur Pengeluaran

Orang yang menerapkan frugal living biasanya memiliki kebiasaan membuat anggaran, membandingkan harga, mencatat pengeluaran, dan mencari alternatif yang lebih hemat.

Misalnya, ketika ingin membeli kebutuhan rumah tangga, mereka akan membandingkan harga dari beberapa toko untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

Sementara itu, seseorang yang menerapkan gaya hidup minimalis akan lebih mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan.

Sebagai contoh, ketika ingin membeli pakaian baru, mereka akan melihat apakah pakaian yang sudah dimiliki masih cukup dan bisa digunakan untuk berbagai kegiatan.

Meski caranya berbeda, kedua gaya hidup tersebut sama-sama dapat membantu seseorang menghindari pembelian yang tidak perlu.

3. Perbedaan dalam Membeli Barang

Frugal living tidak selalu berarti membeli barang murah. Seseorang yang menerapkan gaya hidup ini tetap bisa membeli barang berkualitas dengan harga lebih tinggi selama barang tersebut lebih awet dan sesuai dengan kebutuhan.

Contohnya, membeli sepatu dengan kualitas baik yang dapat digunakan selama bertahun-tahun bisa menjadi pilihan lebih hemat dibandingkan membeli sepatu murah berulang kali karena cepat rusak.

Di sisi lain, gaya hidup minimalis mendorong seseorang untuk memiliki barang secukupnya. Mereka tidak harus menghindari semua pembelian, tetapi akan lebih selektif terhadap barang yang masuk ke rumah.

Misalnya, seseorang mungkin memilih memiliki beberapa pakaian yang mudah dipadukan daripada memenuhi lemari dengan banyak pakaian yang jarang digunakan.

Jadi, frugal living lebih mempertimbangkan nilai dan efisiensi biaya, sedangkan minimalisme lebih mempertimbangkan kebutuhan dan nilai guna barang dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Ini Arti Dan Cara Menjalani Frugal Living, Cara Hidup Seperti Mark Zurckerberg!

4. Contoh Penerapan Frugal Living dan Minimalis

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh penerapan kedua gaya hidup tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

Seseorang yang menerapkan frugal living mungkin memilih memasak di rumah untuk mengurangi pengeluaran makan, menggunakan transportasi umum ketika lebih ekonomis, atau memanfaatkan promo untuk membeli kebutuhan yang memang diperlukan.

Sementara itu, orang yang menjalani gaya hidup minimalis mungkin merapikan rumah secara rutin, menyumbangkan barang yang tidak lagi digunakan, dan menghindari membeli barang hanya karena sedang tren.

5. Mana yang Lebih Baik, Frugal Living atau Minimalis?

Tidak ada satu gaya hidup yang mutlak lebih baik untuk semua orang. Pilihannya bergantung pada kebutuhan, kondisi keuangan, dan tujuan masing-masing.

Jika tujuan utamanya adalah mengendalikan pengeluaran, membangun tabungan, atau mengurangi utang, frugal living bisa menjadi pilihan yang sesuai.

Sebaliknya, jika ingin mengurangi penumpukan barang dan menjalani kehidupan yang lebih sederhana, gaya hidup minimalis bisa lebih cocok.

Karena itu, pemerintah perlu lebih memperhatikan kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama terkait daya beli, ketersediaan lapangan kerja, harga kebutuhan pokok, dan pendapatan rumah tangga. Kebijakan ekonomi sebaiknya tidak hanya berfokus pada indikator pertumbuhan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Frugal living dan minimalis dapat membantu masyarakat mengelola pengeluaran secara lebih bijak, terutama ketika kondisi ekonomi sedang menantang. Meski begitu, kebiasaan berhemat tidak bisa menjadi satu-satunya solusi untuk menghadapi tekanan ekonomi.

Pemerintah perlu lebih peka terhadap kondisi riil masyarakat dan memastikan kebijakan yang diterapkan mampu menjaga daya beli, membuka lapangan kerja, serta mendorong perputaran ekonomi. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya dituntut bertahan melalui penghematan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Primandha Rachma Auzia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R