Dari Milan ke PIK2, SaloneSatellite Permanent Collection Exhibition Hadirkan Koleksi Desain Internasional

AKURAT.CO SaloneSatellite Permanent Collection Exhibition hadir di Indonesia Design District (IDD) PIK2, Tangerang, Banten.
Pameran ini dijadwalkan berlangsung pada 18 September hingga 18 Oktober 2026 di Townhall IDD PIK2 dan menjadi salah satu agenda utama Indonesia Design Week (IDW) 2026.
Pengunjung akan diajak melihat secara langsung bagian dari sejarah desain melalui koleksi SaloneSatellite, sekaligus mengenal karya dan gagasan yang berkembang dalam ekosistem desain internasional.
Presiden Salone del Mobile.Milano, Maria Porro, menilai, ajang desain internasional tidak sekadar menjadi tempat pameran, tetapi juga ruang untuk mempertemukan komunitas, bertukar pengetahuan, hingga membuka peluang kolaborasi lintas negara.
Hal itu disampaikan Maria dalam kegiatan yang mempertemukan komunitas desain Italia dan Indonesia di Jakarta.
Menurut Maria, hubungan antara komunitas desain menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi internasional.
Pertemuan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi para pelaku desain untuk saling mengenal, belajar, serta mengembangkan hubungan baru.
“Lebih dari acara, hubungan antara dua komunitas desain adalah kesempatan untuk bertemu, bergabung, belajar dari satu sama lain. Dan inilah di mana dan bagaimana kolaborasi internasional berarti,” ujar Maria di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Maria kemudian menjelaskan perkembangan Salone del Mobile.Milano yang telah berlangsung sejak 1961.
Menurutnya, sejak awal ajang tersebut dibangun sebagai ruang bagi pelaku industri untuk bertemu dengan pasar, geografi, dan orang-orang baru.
“Salone dimulai pada tahun 1961. Saya tidak berada di sana, tapi ayah saya berada di sana,” katanya.
Ia mengatakan Salone terus berkembang mengikuti perubahan cara hidup, bekerja, dan cara masyarakat membayangkan masa depan.
Menurut Maria, Salone saat ini telah menjadi bagian dari infrastruktur global industri desain. Di dalamnya, industri, penelitian, budaya, teknologi, kreativitas, dan bisnis dapat bertemu.
“Ini adalah tempat di mana industri, penelitian, budaya, teknologi, kreativitas, dan bisnis bertemu,” ujarnya.
Maria menekankan bahwa ukuran sebuah ajang desain tidak hanya dapat dilihat dari jumlah pengunjung maupun peserta. Menurutnya, nilai penting Salone justru terletak pada hubungan yang tercipta di dalamnya.
“Nilai sebenarnya Salone bukan hanya berapa orang yang datang ke Milano. Ini lebih tentang siapa yang bertemu siapa, berapa pembicaraan yang dimulai, berapa jenis hubungan yang dibuat, ide apa yang menjadi proyek,” jelasnya.
Ia menggambarkan Salone sebagai katalisator yang memicu berbagai reaksi dan kolaborasi di dunia desain.
“Salone adalah katalisator yang membuat reaksi yang luar biasa di seluruh dunia,” katanya.
Baca Juga: Bahlil Singgung Pemilik BMW yang Pakai BBM Subsidi, Ini Pesannya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag







