Akurat Logo

Rupiah Ditaksir Lanjutkan Pelemahan ke Rp17.790

Esha Tri Wahyuni | 18 September 2026, 11:41 WIB
Rupiah Ditaksir Lanjutkan Pelemahan ke Rp17.790
Ilustrasi rupiah melemah atas dolar AS

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini, Jumat (18/9/2026) usai dolar Amerika Serikat (AS) mendapat dorongan dari keputusan The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah masih berada dalam tekanan, meski pergerakannya dipengaruhi oleh perkembangan global dan respons Bank Indonesia (BI). Rupiah akan bergerak di rentang Rp17.750-Rp17.790.

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.750-Rp17.790," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Banyak Tekanan, Rupiah di Ambang Rp17.700

Pada perdagangan Kamis (17/9/2026), rupiah ditutup melemah 57 poin ke level Rp17.753 per USD dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.696 per USD. Rupiah sempat melemah hingga 60 poin dalam perdagangan tersebut.

Pergerakan rupiah tersebut terjadi setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4%. Keputusan yang berlaku mulai 17 September 2026 itu merupakan kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak Juli 2023.

Keputusan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar valuta asing karena suku bunga AS yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar.

Reuters melaporkan indeks dolar AS sempat melonjak setelah keputusan The Fed, meskipun pada Kamis indeks tersebut kemudian turun 0,2% menjadi 100,07 seiring penurunan imbal hasil Treasury dan harga minyak.

Selain keputusan suku bunga, pasar juga masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.

Meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi berpotensi mengurangi tekanan terhadap harga minyak, tetapi ketidakpastian terkait jalur pelayaran dan Selat Hormuz masih menjadi perhatian pasar.

Ibrahim menilai perkembangan eksternal tersebut tetap menjadi salah satu faktor yang akan menentukan arah rupiah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.