GMNI Pamekasan Layangkan Empat Tuntutan ke Kemenag Jatim, Ini Alasannya!

AKURAT.CO Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Pamekasan menyatakan keberatan terhadap informasi dalam Majalah MPA Edisi No. 105/480/2026/TH.XXXXII halaman 28 yang, menurut mereka, mengaitkan GMNI dengan gerakan komunis.
Ketua DPC GMNI Pamekasan, Syaifus Suhada, menegaskan, GMNI bukan dan tidak pernah menjadi bagian dari organisasi komunis.
“GMNI bukan dan tidak pernah menjadi bagian dari gerakan komunis,” tegas Suhada, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, penyebutan tersebut tidak sesuai dengan sejarah berdirinya GMNI dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Suhada menjelaskan, GMNI didirikan pada 23 Maret 1954 di Surabaya melalui peleburan sejumlah organisasi mahasiswa nasionalis. Menurutnya, GMNI memiliki landasan ideologi Marhaenisme yang diperkenalkan oleh Presiden Soekarno.
Ia juga menegaskan bahwa organisasi mahasiswa yang secara historis memiliki keterkaitan dengan gerakan komunis adalah Central Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI), bukan GMNI.
Karena itu, Suhada menilai penyamaan GMNI dengan CGMI merupakan persoalan sejarah yang perlu diluruskan.
“Secara historis, GMNI memiliki identitas sebagai organisasi mahasiswa nasionalis yang berlandaskan Pancasila dan ajaran Marhaenisme Bung Karno. Karena itu, kami menolak keras jika GMNI dikaitkan sebagai bagian dari gerakan komunis,” tegasnya.
DPC GMNI Pamekasan menilai informasi dalam majalah tersebut dapat merugikan nama baik organisasi dan menciptakan persepsi yang keliru mengenai sejarah GMNI.
Suhada’ menyebut persoalan tersebut bukan hanya menyangkut organisasi, tetapi juga pentingnya menjaga ketepatan informasi sejarah dalam ruang publik.
“Kami memandang ini sebagai bentuk pembunuhan karakter, pencemaran nama baik, sekaligus pemutarbalikan sejarah apabila GMNI ditempatkan sebagai bagian dari gerakan komunis. Sejarah organisasi harus disampaikan berdasarkan fakta dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurut Suhada’, GMNI selama ini merupakan organisasi mahasiswa yang membawa gagasan nasionalisme dan Marhaenisme dalam kehidupan kebangsaan. Karena itu, pihaknya meminta informasi yang dinilai keliru tersebut segera diklarifikasi dan diperbaiki.
DPC GMNI Pamekasan juga mengaitkan persoalan tersebut dengan pentingnya menjaga nilai toleransi dan moderasi dalam kehidupan masyarakat.
Mereka menilai setiap lembaga yang memiliki ruang publikasi memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang disampaikan tidak menimbulkan kesalahpahaman atau stigma terhadap kelompok tertentu.
Baca Juga: Bahlil Singgung Pemilik BMW yang Pakai BBM Subsidi, Ini Pesannya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag



