Gen Z Tempati Posisi Teratas dengan Cita-cita Jadi CEO, Lebih Suka Jam Kerja Fleksibel

AKURAT.CO Gen Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, tumbuh di era teknologi internet dan media sosial sangat terobsesi dengan kehidupan nyaman dan sukses seperti yang mereka lihat dari para pesohor di media sosial.
Survei terbaru McKinsey & Co mencatat, Generasi Z menempati posisi teratas dalam menyatakan keinginan mereka untuk menjadi pemimpin perusahaan atau CEO.
Survei tersebut, yang melibatkan Gen Z yang belum menduduki jabatan tinggi di AS, menemukan bahwa 38 persen dari mereka bercita-cita menjadi CEO, dua kali lebih banyak dari Generasi X (18 persen).
Riset tersebut (dikutip Senin, 27/5/2024) mengungkapkan bahwa 31 persen generasi Milenial juga memiliki ambisi serupa, diikuti oleh 21 persen generasi Baby Boomer.
Hasil ini menunjukkan pergeseran preferensi karier yang signifikan di kalangan generasi muda.
Baca Juga: 9,9 Juta Gen Z Menganggur, Ekonom: Pemerintah Tak Fokus Ciptakan Lapangan Kerja Berkualitas
Selain itu, The Deloitte Global Gen Z and Millennial Survey mengungkap tentang preferensi kerja Gen Z dan milenial.
Hasilnya, mayoritas dari mereka yakni 63 persen Gen Z dan 62 persen Milenial lebih menyukai pola kerja kombinasi.
Selain itu, 19 persen Gen Z dan 20 persen Milenial lebih suka bekerja di kantor, sementara 12 persen Gen Z dan 14 persen Milenial menyukai bekerja jarak jauh.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa Gen Z dan Milenial menginginkan fleksibilitas dalam cara dan waktu mereka bekerja.
Dengan perusahaan diharapkan menawarkan jam kerja yang fleksibel untuk mencapai keseimbangan kerja.
Bagi mereka yang bekerja dari jarak jauh, manfaat yang disebutkan termasuk produktivitas yang lebih tinggi, lebih banyak waktu dengan keluarga serta penghematan uang dan waktu.
Di sisi lain, Generasi Z telah menghadapi tantangan unik selama masa pertumbuhan mereka, termasuk pandemi Covid-19 dan pergolakan sosial, yang membentuk pandangan mereka tentang pekerjaan.
Akibatnya, mereka cenderung mencari fleksibilitas, otonomi dan peluang kepemimpinan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








