Akurat Logo

Kritis di Medsos, Kunto Aji Pernah Dikirimi Makanan Fiktif Tak Dibayar

Nuzulul Karamah | 6 November 2026, 09:46 WIB
Kritis di Medsos, Kunto Aji Pernah Dikirimi Makanan Fiktif Tak Dibayar
Kunto Aji

AKURAT.CO Musisi kenamaan Tanah Air, Kunto Aji, baru-baru ini menceritakan sisi lain dari keputusannya yang kerap vokal dan bersuara kritis di media sosial.

Pelantun hits Rehat ini blak-blakan mengaku sering menjadi sasaran empuk intimidasi digital, mulai dari serangan buzzer hingga teror langsung ke kediaman pribadinya.

​Penyanyi kelahiran Yogyakarta ini menyebutkan bahwa kotak masuk (direct message) di akun media sosialnya sudah tak terhitung lagi dibanjiri serangan terkoordinasi.

​"Aduh, sudah banyak sekali Mas. DM-DM, apa, segala macam, kiriman-kiriman sudah ada," ungkap Kunto Aji kepada awak media.

Baca Juga: Kunto Aji Tulis Pesan untuk Mendiang Gustiwiw: Kamu Ninggalin Kita Semua Pas Lagi Lucu-lucunya

​Dari sekian banyak bentuk teror yang diterima, ada satu insiden yang dinilai paling nyeleneh dan sama sekali di luar nalar.

Ayah satu anak ini mengaku pernah dikirimi makanan fiktif secara bertubi-tubi melalui layanan ojek online (ojol) dengan sistem bayar di tempat (Cash on Delivery/COD) yang belum dibayar.

​"Aneh enggak masuk akal? Dikirimin Gojek enggak dibayar kali ya. Gojek makanan banyak banget gitu tiba-tiba di alamat rumah. Pada saat lagi ramenya satu cuit yang rame gitu tiba-tiba dikirimin yang belum dip (bayar)," beber pelantun lagu Ekspektasi tersebut.

​Tak tanggung-tanggung, teror pesanan fiktif itu bahkan datang secara bergelombang hingga melibatkan lebih dari satu pengemudi ojol sekaligus dalam waktu bersamaan.

​"Saya lupa deh. Berapa ya? Berapa ratus ribu sih. Pokoknya makanan dan minuman dua Gojek tiba-tiba datang, kayak gitu. Ya dalam tahun ini lah pokoknya," jelasnya merinci nominal tagihan fiktif yang merugikan driver sekaligus mengejutkan keluarganya itu.

​Kendati sempat diliputi rasa cemas mengenai keamanan keluarganya karena alamat rumahnya sempat terendus oknum tak bertanggung jawab,

Kunto Aji merasa cukup lega lantaran dirinya sudah pindah ke hunian baru.

​"Kebetulan saya baru pindah rumah. Jadi situasinya saya enggak tahu di rumah saya yang sebelah sana, jadi saya berpindah-pindah aja," tuturnya.

Baca Juga: Hari Kedua Prambanan Jazz, Ada Tulus hingga Kunto Aji

​Meski harus menghadapi berbagai teror nyata di dunia nyata maupun intimidasi bertubi-tubi di jagat maya, musisi berusia matang ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ciut nyali dan siap menanggung segala risiko demi menyuarakan kebenaran.

​"Sudah harus dihadapi itu," tegas Kunto Aji singkat namun lugas.

​Baginya, segala bentuk tekanan maupun teror yang datang tidak akan pernah bisa menyurutkan niatnya untuk terus menjadi corong bagi masyarakat kecil yang tidak memiliki panggung untuk didengar suaranya.

​"Kita sebagai orang-orang yang mewakili suara-suara di luar sana, mewakili orang-orang yang tidak bisa bersuara, kita harus mengeluarkan keresahan-keresahan itu. Jadi jangan hanya sampai di bawah saja gitu, biar suara -suara itu muncul di permukaan," pungkas Kunto Aji menutup perbincangan.

Layya Aulia Cesar (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.