Akurat Logo

Kementerian PKP Kejar Target 7.952 Pembangunan Rumah Huntap di Sumatera

Esha Tri Wahyuni | 6 November 2026, 10:30 WIB
Kementerian PKP Kejar Target 7.952 Pembangunan Rumah Huntap di Sumatera
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Teddy Paul H. Siagian menjelskan pihaknya terus mengupayakan percepatan pembangunan huntap agar dapat diselesaikan sesuai target. - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Namun, upaya mengejar target pembangunan 7.952 unit rumah tersebut masih menghadapi kendala di lapangan, terutama akses distribusi material akibat banjir dan jembatan putus.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Teddy Paul H. Siagian mengatakan, pemerintah terus mengupayakan percepatan pembangunan huntap agar dapat diselesaikan sesuai target.

Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi BTN, Program 3 Juta Rumah Diperkuat

"Ya, akan kita kejar. Kita kejar upayakan selesai. Percepatan akan kita lakukan terus," ujar Teddy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Dirinya mengakui kondisi di sejumlah wilayah Aceh menjadi tantangan tersendiri bagi proses pembangunan. Banjir dan kerusakan infrastruktur penghubung membuat pengiriman material, mobilisasi tenaga kerja, hingga distribusi peralatan konstruksi tidak berjalan mudah.

"Memang di beberapa tempat di Aceh saat ini, sedang terjadi banjir, jembatan putus, dan yang lain-lain yang itu juga sedikit mempersulit akses pengiriman material dan mobilisasi tenaga kerja dan peralatan. Tapi teman-teman di lapangan tetap bergerak dan kita akan maksimalkan," katanya.

Di tengah kendala tersebut, Kementerian PKP mengandalkan metode konstruksi yang memungkinkan pembangunan dilakukan lebih efisien. Pemerintah menggunakan panel Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk pembangunan huntap di Aceh dan Sumatera Utara.

Baca Juga: Kementerian PKP: KUR Perumahan Rp29,17 Triliun Baru Tersalurkan 70,85 Persen

Sementara itu, pembangunan di Sumatera Barat menggunakan material bata interlock. Perbedaan metode konstruksi tersebut disesuaikan dengan pendekatan pembangunan di masing-masing wilayah.

"Kita pakai metodenya, jadi kalau Aceh dan Sumatera Utara kita pakai panel RISHA untuk sistem struktur panelnya, rumahnya, tapi kalau di Padang kita pakai sistem bata interlock," jelas Teddy.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.