Kementerian PKP Kejar Target 7.952 Pembangunan Rumah Huntap di Sumatera

AKURAT.CO Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Namun, upaya mengejar target pembangunan 7.952 unit rumah tersebut masih menghadapi kendala di lapangan, terutama akses distribusi material akibat banjir dan jembatan putus.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Teddy Paul H. Siagian mengatakan, pemerintah terus mengupayakan percepatan pembangunan huntap agar dapat diselesaikan sesuai target.
Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi BTN, Program 3 Juta Rumah Diperkuat
"Ya, akan kita kejar. Kita kejar upayakan selesai. Percepatan akan kita lakukan terus," ujar Teddy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Dirinya mengakui kondisi di sejumlah wilayah Aceh menjadi tantangan tersendiri bagi proses pembangunan. Banjir dan kerusakan infrastruktur penghubung membuat pengiriman material, mobilisasi tenaga kerja, hingga distribusi peralatan konstruksi tidak berjalan mudah.
"Memang di beberapa tempat di Aceh saat ini, sedang terjadi banjir, jembatan putus, dan yang lain-lain yang itu juga sedikit mempersulit akses pengiriman material dan mobilisasi tenaga kerja dan peralatan. Tapi teman-teman di lapangan tetap bergerak dan kita akan maksimalkan," katanya.
Di tengah kendala tersebut, Kementerian PKP mengandalkan metode konstruksi yang memungkinkan pembangunan dilakukan lebih efisien. Pemerintah menggunakan panel Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk pembangunan huntap di Aceh dan Sumatera Utara.
Baca Juga: Kementerian PKP: KUR Perumahan Rp29,17 Triliun Baru Tersalurkan 70,85 Persen
Sementara itu, pembangunan di Sumatera Barat menggunakan material bata interlock. Perbedaan metode konstruksi tersebut disesuaikan dengan pendekatan pembangunan di masing-masing wilayah.
"Kita pakai metodenya, jadi kalau Aceh dan Sumatera Utara kita pakai panel RISHA untuk sistem struktur panelnya, rumahnya, tapi kalau di Padang kita pakai sistem bata interlock," jelas Teddy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 2KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 3Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 4Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 5Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 6Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 7Kalender Jawa 4 November 2026: Watak Weton Rabu Kliwon yang Dikenal Berwibawa
- 8Prediksi Skor Leipzig vs Man City 5 November 2026: Haaland Jadi Ancaman, The Citizens Diunggulkan
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









