Akurat Logo

B50 Butuh 17 Juta Ton CPO, DEN Dorong Produktivitas Sawit Rakyat

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 30 Oktober 2026, 20:47 WIB
B50 Butuh 17 Juta Ton CPO, DEN Dorong Produktivitas Sawit Rakyat

AKURAT.CO Ketersediaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) nasional dinilai masih memadai untuk mendukung implementasi mandatori biodiesel B50.

Dengan produksi sekitar 50 juta ton per tahun, Indonesia memiliki basis pasokan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan baku biodiesel yang diperkirakan mencapai 16 juta–17 juta ton.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Fadhil Hasan mengatakan, dari sisi ketersediaan bahan baku, produksi CPO nasional saat ini masih dapat menopang kebutuhan program biodiesel.

Baca Juga: KAI Andalkan B50 untuk Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e

“Ya, kalau kita lihat produksi CPO-nya, ya kan, itu cukup, ya kan, produksi CPO-nya kan sekitar 50 juta, ya kan. Karena kebutuhan untuk biodiesel itu kan sebenarnya 16 jutaan lah, 16-17 juta gitu,” kata Fadhil kepada Akurat.co, Jumat (30/10/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keseimbangan pasokan perlu diperhatikan apabila produksi CPO tidak mengalami peningkatan, sementara kebutuhan dalam negeri terus bertambah seiring penerapan B50 secara penuh selama setahun.

Tantangan pasokan juga perlu dicermati karena produksi CPO pada 2027 diperkirakan berpotensi mengalami penurunan sekitar 2 juta–3 juta ton dibandingkan 2026.

Penurunan, kata Fadhil dapat dipengaruhi dampak El Niño yang berpotensi mengganggu produktivitas perkebunan sawit. "Kalau penurunannya itu sebesar itu, dari tahun 2026 ini, ya, kemudian kita juga melaksanakan program B50 dalam satu tahun full gitu, nah pasti ekspor kita akan turun,” ujarnya.

Fadhil menambahkan, penurunan ekspor berpotensi berdampak pada penerimaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang salah satunya bersumber dari pungutan ekspor produk sawit.

Namun, dari sisi pembiayaan program biodiesel, ia menilai kondisi tersebut belum tentu langsung menimbulkan persoalan. Hal itu bergantung pada selisih harga FAME dan CPO serta perkembangan harga minyak diesel di pasar internasional.

Untuk menjaga kecukupan pasokan CPO ke depan, Fadhil menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas perkebunan, terutama pada tingkat petani rakyat. “Program PSR misalnya, ya kan, program sawit rakyat, ini juga program perbaikan dari pemeliharaan, kemudian, apa namanya, pemupukan yang lebih baik, perbaikan infrastruktur itu mungkin itu akan membantu itu meningkatkan produktivitas (sawit),” tutur Fahdil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.