Akurat Logo

Program MBG Mampu Buka Pasar Baru bagi Petani dan UMKM, Begini Respon ADKASI

Andi Syafriadi | 29 Oktober 2026, 16:53 WIB
Program MBG Mampu Buka Pasar Baru bagi Petani dan UMKM, Begini Respon ADKASI
Menteri Dalam Negeri (Kiri), Tito Karnavian bersama Ketua Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Siswanto (Kanan) - Dok. ADKASI

AKURAT.CO Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) mendukung percepatan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) di pemerintah daerah.

Penguatan pengawasan program tersebut dinilai penting untuk memastikan belanja negara tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal.

Ketua Umum ADKASI, Siswanto mengatakan, program MBG berpotensi memperluas pasar bagi petani, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui keterlibatan mereka dalam rantai pasok bahan pangan.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG, BGN Hentikan Sementara SPPG Sumbawa Tarano Labuhan Bontong

Menurutnya, manfaat ekonomi program tersebut akan lebih optimal apabila pemerintah daerah mampu menghubungkan kebutuhan pangan program MBG dengan potensi produksi dan usaha masyarakat setempat.

"Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan gizi semata. Program ini harus menjadi ekosistem pembangunan yang menghubungkan kualitas sumber daya manusia dengan kemandirian ekonomi daerah. Karena itu, Satgas MBG harus hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi sebagai penggerak sinergi agar setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Siswanto melalui keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Oleh karena itu, Siswanto menilai, keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari jumlah makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat. Pemerintah juga perlu memperhatikan dampaknya terhadap kesejahteraan produsen pangan, perkembangan usaha lokal, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga: BGN Investigasi Kasus Keracunan MBG di Dramaga, Tunggu Hasil Uji Laboratorium

"Keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari berapa banyak makanan yang dibagikan, tetapi dari seberapa besar dampaknya terhadap kualitas generasi bangsa, kesejahteraan petani dan nelayan, serta pertumbuhan ekonomi daerah. Di sinilah pentingnya Satgas MBG sebagai instrumen pengawasan sekaligus penggerak kolaborasi," katanya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.