Akurat Logo

Bulog Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP Jelang Nataru

Esha Tri Wahyuni | 28 Oktober 2026, 08:50 WIB
Bulog Siapkan Tambahan 1 Juta Ton Beras SPHP Jelang Nataru
Ilustrasi Beras SPHP

AKURAT.CO Perum Bulog menyiapkan tambahan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton untuk memperkuat pasokan pasar menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Langkah ini dilakukan saat cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, stok tersebut menjadi modal pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras, terutama ketika kebutuhan masyarakat meningkat menjelang akhir tahun. Namun, cadangan yang besar juga perlu diikuti penyaluran yang optimal agar manfaatnya dapat dirasakan konsumen.

Baca Juga: Pengadaan Beras Bulog Tembus 4,1 Juta Ton, Ini Tantangan Berikutnya

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru. Stok beras yang dikelola Bulog saat ini sangat memadai, mencapai sekitar 4,5 juta ton,” kata Rizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Menurut Rizal, Bulog tidak hanya bertugas memastikan beras tersedia di gudang, tetapi juga mempercepat distribusi melalui program SPHP dan bantuan pangan beras. Kedua program tersebut menjadi instrumen pemerintah untuk memperkuat pasokan di pasar sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

“Arahan pemerintah sangat jelas, stok yang melimpah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, Bulog tidak hanya memastikan beras tersedia di gudang, tetapi juga mempercepat penyalurannya melalui SPHP dan bantuan pangan,” ujarnya.

Baca Juga: Bulog Siapkan Pasokan Beras untuk Koperasi Merah Putih, Ini Skemanya Salin judul

Pemerintah telah menyiapkan tambahan alokasi SPHP beras sebanyak 1 juta ton untuk memperkuat pasokan di pasar dan menjaga keterjangkauan harga. Bulog menyalurkan beras program tersebut melalui sejumlah saluran distribusi, termasuk pasar rakyat, Gerakan Pangan Murah (GPM), Rumah Pangan Kita (RPK), jaringan ritel, serta mitra penyalur lainnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.