BP BUMN dan Danantara Godok Model Bisnis KDMP

AKURAT.CO BP BUMN dan Danantara bersama Kementerian Koperasi membahas penguatan model bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk memperlancar distribusi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian desa.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Pertemuan ini turut membahas perkembangan verifikasi dan validasi (verval) serta penyusunan model bisnis KDKMP agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Membangun fisik itu gampang, membangun orang gampang, tapi membangun bisnis model itu nggak gampang,” ujar Dony, mengutip dari akun Instagram resmi BP BUMN.
Baca Juga: Kemenkop Arahkan KDMP Serap Produk Kreatif dan UMKM Lokal
Dony menekankan bahwa pembangunan KDKMP tidak cukup hanya dengan menyiapkan bangunan dan sumber daya manusia. Koperasi perlu memiliki model bisnis yang tepat agar mampu menjalankan kegiatan usaha secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah pembentukan pusat distribusi atau distribution center sebagai simpul penyaluran kebutuhan pokok.
Melalui sistem ini, pengiriman barang dapat dilakukan berdasarkan pesanan (purchase order/PO), sementara pembiayaan ditempatkan pada level pusat distribusi untuk mendukung kelancaran operasional. “Harus ada distribution center-nya, kita drop-nya di situ berdasarkan PO. Nanti financing-nya itu ada di level distribution center itu,” ujar Dony.
Model bisnis KDKMP dirancang untuk menjalankan tiga fungsi utama, yakni menyediakan kebutuhan barang masyarakat, mempermudah akses pembiayaan, serta menyerap hasil produksi masyarakat melalui fungsi offtake.
Untuk mendukung fungsi tersebut, diperlukan infrastruktur logistik, termasuk gudang dan armada angkutan, yang terintegrasi dengan sistem distribusi.
Melalui sinergi BP BUMN, Danantara, dan Kementerian Koperasi, pengembangan KDKMP diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penerapan model bisnis yang tepat, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan demikian, koperasi desa dapat menjadi bagian penting dari rantai pasok kebutuhan pokok sekaligus memperluas akses pasar bagi produk masyarakat desa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









