Akurat Logo

KSPN Ingatkan Demo 28 Oktober Tetap Tertib dan Usung Semangat Persatuan Sumpah Pemuda

Ayu Rachmaningtyas | 27 Oktober 2026, 22:55 WIB
KSPN Ingatkan Demo 28 Oktober Tetap Tertib dan Usung Semangat Persatuan Sumpah Pemuda
Mahasiswa menggelar demo di Kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026). - Foto: Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mengimbau agar aksi mahasiswa pada Rabu (28/10/2026) berjalan tertib dan damai sesuai semangat persatuan sumpah pemuda.

Presiden KSPN, Ristadi, menjelaskan, kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang harus dihormati dan dilindungi sebagai bagian penyampaian aspirasi. Sekaligus kontrol sosial terhadap penyelenggaraan negara.

"Aksi tetap harus mengedepankan ketertiban, kedamaian, dan tanggung jawab dalam menyampaikan tuntutan," katanya, kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).

Menurut Ristadi, KSPN telah memberikan contoh selama ini dengan menyampaikan aspirasi di ruang publik secara tertib.

Ditambah lagi, tanggal 28 Oktober adalah momentum bersejarah bangsa Indonesia membulatkan tekad membangun persatuan melalui Sumpah Pemuda.

Baca Juga: Jelang Demo 28 Oktober, KSPSI Sampaikan Pesan Penting untuk Mahasiswa

"Semangat ini harus dijaga oleh generasi muda, termasuk mahasiswa, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik," ujarnya.

Demo 28 Oktober 2026 direncanakan bakal digelar sejumlah elemen mahasiswa yang berpusat di Bundaran HI, Jakarta.

Bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda, aksi tersebut menjadi bagian dari kelanjutan penyampaian aspirasi mahasiswa yang sebelumnya menggelar demonstrasi terkait evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

BEM Universitas Indonesia (UI) bersama aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Komite Sadar) turut merencanakan aksi lanjutan tersebut.

Isu yang diangkat meliputi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembenahan kebijakan ekonomi untuk mengurangi ketimpangan sosial, penyempitan ruang sipil dan militerisasi, pemberantasan KKN, serta penurunan biaya pendidikan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.