Akurat Logo

Tender PLTN Tunggu Penetapan Tapak, 28 Lokasi Sudah Disiapkan

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 23 Oktober 2026, 09:20 WIB
Tender PLTN Tunggu Penetapan Tapak, 28 Lokasi Sudah Disiapkan
Wakil Menteri ESDM, Yuliot - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot mengatakan, tender pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) belum dapat dilakukan sebelum pemerintah menetapkan lokasi atau tapak pembangunan.

Setelah tapak ditetapkan, PT PLN (Persero) akan melaksanakan proses tender untuk pembangunan pembangkit tersebut.

“Ini kan harus tapak dulu yang kita tetapkan. Nanti dari tapak yang sudah ditetapkan, PLN akan melakukan tender lelang untuk pelaksanaan itu,” kata Yuliot di Kementerian ESDM, Kamis (22/10/2026) petang.

Baca Juga: Tegas, Kementerian ESDM Tindak Penimbun 400.000 Liter Solar di Semarang

Ketika ditanya engenai lokasi pembangunan, Yuliot menyebut pemerintah sebelumnya telah menyiapkan 28 calon tapak.

Pemerintah juga tengah mengkaji sejumlah tambahan lokasi, termasuk opsi pembangkit nuklir terapung atau floating nuclear power plant.

“Itu kan ada 28 tapak yang sudah disiapkan tempo hari. Ini ada beberapa tambahan tapak lagi yang akan kita segera inikan. Karena tempo hari itu kan juga ada floating itu rencananya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, rekomendasi Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) mengenai pemanfaatan energi nuklir disambut Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia.

Usulan tersebut sejalan dengan langkah pemerintah yang telah memasukkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Hal itu disampaikan Bahlil dalam Simposium Ketahanan Energi yang diselenggarakan PIKI di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga: Antrean BBM Meluas, ESDM Pastikan Pasokan Jawa Timur Diperkuat

Bahlil mengapresiasi kontribusi pemikiran para akademisi dan cendekiawan PIKI yang dinilainya memiliki keselarasan dengan langkah Kementerian ESDM dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

"Bapak-Ibu semua, saya berterima kasih atas apa yang direkomendasikan oleh PIKI, dari penggodokan beberapa waktu yang terjadi," ujar Bahlil.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.