Akurat Logo

Apa Bedanya El Nino Biasa dengan El Nino Godzilla? Ini Penjelasannya

Redaksi Akurat | 23 Oktober 2026, 09:43 WIB
Apa Bedanya El Nino Biasa dengan El Nino Godzilla? Ini Penjelasannya
Ilustrasi Badai El Nino dan Badai El Nino Godzilla - Gemini

AKURAT.CO Istilah El Nino mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, terutama ketika musim kemarau mulai terasa lebih panas dan panjang. Namun, belakangan muncul istilah El Nino Godzilla yang kerap dikaitkan dengan fenomena cuaca ekstrem.

Keduanya memang berkaitan dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. Meski begitu, ada perbedaan dalam hal kekuatan fenomena dan potensi dampaknya terhadap kondisi cuaca di Indonesia.

Baca Juga: Hadapi El Nino dan La Nina, DEN Ingatkan Prabowo soal Stok Beras dan Harga Pangan

Lantas, apa bedanya El Nino biasa dengan El Nino Godzilla? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Mengenal Fenomena El Nino

El Nino merupakan fenomena iklim ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menghangat di atas kondisi normal. Perubahan ini memengaruhi pola angin, pembentukan awan, serta distribusi hujan di berbagai wilayah.

Bagi Indonesia, El Nino umumnya membuat curah hujan berkurang karena pembentukan awan hujan bergeser ke wilayah Pasifik. Akibatnya, sejumlah daerah berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih kering.

Meski demikian, dampaknya tidak selalu sama di setiap daerah. Kondisi geografis, waktu terjadinya, dan faktor iklim lainnya turut memengaruhi tingkat kekeringan yang dialami.

2. Apa Itu El Nino Godzilla?

El Nino Godzilla merupakan istilah populer untuk menggambarkan fenomena El Nino yang sangat kuat. Sebutan Godzilla digunakan untuk memberikan gambaran mengenai besarnya intensitas fenomena tersebut dan potensi dampaknya terhadap kondisi iklim.

Ketika El Nino menguat, perubahan pola hujan dapat menjadi lebih signifikan. Indonesia berpotensi mengalami penurunan curah hujan, suhu udara yang terasa lebih panas, serta musim kemarau yang berlangsung lebih kering.

Namun, istilah El Nino Godzilla bukanlah kategori ilmiah resmi yang memiliki batasan universal. Karena itu, penyebutan tersebut perlu dipahami sebagai gambaran fenomena El Nino berkekuatan sangat kuat, bukan nama jenis El Nino yang berbeda.

3. Perbedaan El Nino Biasa dan El Nino Godzilla

Perbedaan utama keduanya terletak pada tingkat kekuatan fenomena dan potensi dampaknya. El Nino biasa dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia, sedangkan El Nino yang sangat kuat berpotensi memperbesar dampak tersebut.

Dalam kondisi El Nino yang kuat, sejumlah wilayah dapat menghadapi risiko kekeringan lebih serius. Persediaan air bersih juga berpotensi berkurang, sementara sektor pertanian bisa terdampak akibat kebutuhan air untuk tanaman tidak terpenuhi.

Meski demikian, El Nino Godzilla tidak otomatis membuat seluruh wilayah Indonesia mengalami kondisi yang sama. Dampaknya tetap bergantung pada kondisi iklim regional dan faktor cuaca lainnya.

Baca Juga: El Nino Tekan Produksi Kakao Afrika Barat, Harga Patokan Ekspor RI Naik 7,5 Persen di Oktober 2026

4. Apa Dampak El Nino Godzilla bagi Indonesia?

Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya risiko kekeringan. Berkurangnya hujan dalam waktu lama dapat membuat sumber air menyusut dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Sektor pertanian juga berpotensi mengalami kerugian apabila kekurangan air menghambat pertumbuhan tanaman. Selain itu, kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama jika disertai aktivitas manusia yang memicu api.

Cuaca yang lebih panas juga dapat meningkatkan kebutuhan air dan energi untuk pendinginan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memperhatikan informasi cuaca dan imbauan resmi dari lembaga terkait.

El Nino biasa dan El Nino Godzilla pada dasarnya merujuk pada fenomena yang sama, tetapi istilah Godzilla digunakan untuk menggambarkan El Nino dengan kekuatan sangat tinggi. Semakin kuat fenomenanya, semakin besar pula potensi gangguan terhadap pola hujan dan risiko kekeringan di Indonesia.

Meski begitu, masyarakat tidak perlu langsung panik. Langkah yang lebih penting adalah menghemat air, mengantisipasi risiko kebakaran, serta mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai kondisi iklim.

Primandha Rachma Auzia (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R