Akurat Logo

PGN Targetkan Proyek Biometana Bisa Berjalan pada 2027

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 21 Oktober 2026, 17:24 WIB
PGN Targetkan Proyek Biometana Bisa Berjalan pada 2027
Grup Head Gas Supply dan LNG Trading PGN, Muhammad Anas Pradipta. -Akurat.co/ Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menargetkan proyek pengembangan biometana di Sumatera Selatan mulai beroperasi (onstream) pada 2027. Perusahaan saat ini tengah merampungkan perjanjian kerja sama dan telah mengantongi calon pembeli untuk menyerap produksi gas rendah karbon tersebut.

Grup Head Gas Supply dan LNG Trading PGN, Muhammad Anas Pradipta mengatakan, proses penyelesaian perjanjian proyek biometana masih berlangsung. PGN akan mengumumkan perkembangan kerja sama tersebut setelah prosesnya rampung.

“Jadi kalau biometan sebenernya sih PGN sedang menyelesaikan perjanjian secara besarnya lah ya. Nanti harusnya kita akan segera announce secara umum,” kata Anas saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Target Niaga Gas 877 BBTUD, PGN Sebut Penyaluran Masih Berjalan Normal

Anas menambahkan, proyek biometana di Sumatera Selatan ditargetkan segera beroperasi pada 2027. Dari sisi pasar, PGN juga menyebut calon pembeli gas, termasuk di Jawa Barat, telah siap untuk menyerap produksi.

“Tapi, proyeknya PGN untuk Sumatera Selatan di biometan itu targetnya onstream ya di 2027 ini segera. Dan pembelinya pun juga sudah ada,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa depan.

Hal ini ditandai dengan groundbreaking biomethane plant yang dikembangkan oleh TTI dan KIS. Fasilitas ini memanfaatkan limbah organik kelapa sawit yang ditargetkan memproduksi biomethane sekitar 150.000 MMBTU per tahun.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman mengatakan, pihaknya mengapresiasi TTI dan KIS yang telah memulai pembangunan fasilitas biomethane ini. Sebab, hal ini adalah langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional.

“PGN siap mendukung melalui infrastruktur dan kapabilitas niaga yang kami miliki agar biomethane dapat dimanfaatkan oleh sektor industri," kata Fajriyah, Selasa (6/10/2026) malam.

Pemanfaatan biomethane menggunakan infrastruktur yang telah tersedia pada saat menggunakan gas bumi, sehingga pelanggan dapat melakukan peralihan bahan bakar ke biomethane melalui modifikasi infrastruktur yang minimal.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.