PGN Targetkan Proyek Biometana Bisa Berjalan pada 2027

AKURAT.CO PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menargetkan proyek pengembangan biometana di Sumatera Selatan mulai beroperasi (onstream) pada 2027. Perusahaan saat ini tengah merampungkan perjanjian kerja sama dan telah mengantongi calon pembeli untuk menyerap produksi gas rendah karbon tersebut.
Grup Head Gas Supply dan LNG Trading PGN, Muhammad Anas Pradipta mengatakan, proses penyelesaian perjanjian proyek biometana masih berlangsung. PGN akan mengumumkan perkembangan kerja sama tersebut setelah prosesnya rampung.
“Jadi kalau biometan sebenernya sih PGN sedang menyelesaikan perjanjian secara besarnya lah ya. Nanti harusnya kita akan segera announce secara umum,” kata Anas saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Target Niaga Gas 877 BBTUD, PGN Sebut Penyaluran Masih Berjalan Normal
Anas menambahkan, proyek biometana di Sumatera Selatan ditargetkan segera beroperasi pada 2027. Dari sisi pasar, PGN juga menyebut calon pembeli gas, termasuk di Jawa Barat, telah siap untuk menyerap produksi.
“Tapi, proyeknya PGN untuk Sumatera Selatan di biometan itu targetnya onstream ya di 2027 ini segera. Dan pembelinya pun juga sudah ada,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa depan.
Hal ini ditandai dengan groundbreaking biomethane plant yang dikembangkan oleh TTI dan KIS. Fasilitas ini memanfaatkan limbah organik kelapa sawit yang ditargetkan memproduksi biomethane sekitar 150.000 MMBTU per tahun.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman mengatakan, pihaknya mengapresiasi TTI dan KIS yang telah memulai pembangunan fasilitas biomethane ini. Sebab, hal ini adalah langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional.
“PGN siap mendukung melalui infrastruktur dan kapabilitas niaga yang kami miliki agar biomethane dapat dimanfaatkan oleh sektor industri," kata Fajriyah, Selasa (6/10/2026) malam.
Pemanfaatan biomethane menggunakan infrastruktur yang telah tersedia pada saat menggunakan gas bumi, sehingga pelanggan dapat melakukan peralihan bahan bakar ke biomethane melalui modifikasi infrastruktur yang minimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 9Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Ingatkan Pentingnya Kekompakan dan Kerja Nyata
- 10Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat









