Easycash dan Krom Bank Jalin Kerja Sama Loan Channeling untuk Memperluas Penyaluran Kredit

AKURAT.CO Kerja sama antara perusahaan teknologi finansial dan perbankan menjadi salah satu strategi untuk memperluas penyaluran pembiayaan di Indonesia. Terbaru, PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash) menjalin kemitraan strategis dengan PT Krom Bank Indonesia Tbk (Krom Bank) melalui skema loan channeling untuk mendukung pengembangan penyaluran kredit sekaligus memperkuat jaringan pendanaan institusional.
Melalui kolaborasi ini, Krom Bank menyediakan fasilitas kredit, sedangkan Easycash mendukung proses penyaluran melalui kapabilitas platform dan operasionalnya sesuai dengan ketentuan kerja sama. Kemitraan tersebut sejalan dengan strategi Krom Bank untuk memperluas jaringan mitra penyaluran kredit dan upaya Easycash mengembangkan kerja sama dengan institusi perbankan.
Easycash dan Krom Bank Perluas Penyaluran Kredit lewat Loan Channeling
Kerja sama Easycash dan Krom Bank menggunakan skema loan channeling, yaitu model kolaborasi yang memungkinkan bank dan penyelenggara pinjaman daring (pindar) bekerja sama dalam penyaluran pendanaan sesuai peran dan kewenangan masing-masing.
Dalam kemitraan tersebut, Krom Bank menyediakan fasilitas kredit. Sementara itu, Easycash berperan mendukung proses penyaluran melalui platform teknologi dan kegiatan operasionalnya sesuai kesepakatan kedua pihak.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi Krom Bank dalam mengembangkan jaringan mitra penyaluran kredit. Bagi Easycash, kerja sama tersebut memperluas hubungan pendanaan institusional dengan sektor perbankan untuk mendukung penyaluran pendanaan kepada peminjam individu.
Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, mengatakan pengembangan jaringan mitra channeling menjadi salah satu langkah perusahaan untuk mengakselerasi pertumbuhan kredit secara selektif.
“Sebagai Bank berbasis Digital, kemitraan dengan Easycash merupakan bagian dari strategi Krom Bank dalam mengembangkan penyaluran kredit melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi finansial. Kami melihat peluang untuk mengoptimalkan kapabilitas masing-masing pihak dalam memperluas jangkauan layanan pembiayaan, dengan tetap mengedepankan kualitas aset, prinsip kehati-hatian, dan pengelolaan risiko. Kemitraan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan kredit Krom Bank secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Anton melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Rabu, 21 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kredit tidak hanya berorientasi pada peningkatan nominal penyaluran. Krom Bank juga menekankan selektivitas, kualitas aset, dan pengelolaan risiko sebagai bagian dari strategi ekspansi melalui kemitraan.
Baca Juga: Easycash Perkenalkan Modul MOJANG untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Digital di Indonesia
Kredit Krom Bank Tumbuh 50,4 Persen hingga Agustus 2026
Kerja sama dengan Easycash berlangsung ketika bisnis kredit Krom Bank mencatatkan pertumbuhan tahunan yang signifikan. Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan pada September 2026, total kredit Krom Bank mencapai Rp11,59 triliun per Agustus 2026.
Angka tersebut meningkat 50,4 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) dibandingkan dengan Rp7,70 triliun pada Agustus 2025.
Secara nominal, kredit Krom Bank bertambah sekitar Rp3,89 triliun dalam periode satu tahun. Kenaikan ini menggambarkan semakin besarnya skala bisnis kredit yang dikelola bank tersebut.
Pertumbuhan tersebut juga memberikan konteks bagi strategi pengembangan jaringan mitra penyaluran kredit. Melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi finansial, bank dapat mengembangkan saluran penyaluran pembiayaan dengan memanfaatkan kapabilitas yang dimiliki masing-masing pihak.
Meski demikian, pertumbuhan total kredit tidak serta-merta menunjukkan kontribusi khusus dari kerja sama dengan Easycash. Tanpa data realisasi penyaluran melalui kemitraan tersebut, belum dapat dipastikan seberapa besar kontribusinya terhadap portofolio kredit Krom Bank.
Angka pertumbuhan kredit juga perlu dibaca bersama indikator kualitas aset dan risiko. Peningkatan penyaluran yang berkelanjutan membutuhkan proses seleksi calon penerima dana, penilaian kemampuan membayar, serta pengawasan kualitas kredit yang memadai.
Dengan demikian, pengembangan kemitraan loan channeling menjadi salah satu strategi bisnis yang relevan untuk memperluas penyaluran kredit, tetapi efektivitasnya tetap bergantung pada pelaksanaan kerja sama dan kualitas pembiayaan yang dihasilkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 6Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 7Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja
- 10Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Dua Tahun Pemerintahan, Ingatkan Pentingnya Kekompakan dan Kerja Nyata







