PBB Sebut Indonesia Jadi Titik Terang Pangan Dunia, Qodari: Bukti Keberhasilan di Era Prabowo

AKURAT.CO Pemerintah mengklaim sektor pertanian mencatatkan capaian positif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Penguatan ketahanan pangan dinilai membuahkan hasil, mulai dari meningkatnya cadangan beras pemerintah hingga pengakuan dari lembaga internasional.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan, keberhasilan tersebut tercermin dari lonjakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.
"Cadangan beras pemerintah atau CBP pada Juni tahun ini mencapai 5,3 juta ton yang menjadi catatan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia," ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Selain cadangan beras yang meningkat, produksi beras nasional juga menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia sepanjang 2025 mencapai 34,69 juta ton.
Menurut Qodari, angka tersebut sejalan dengan data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang mencatat produksi beras Indonesia sebesar 35,6 juta ton serta data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebesar 34,6 juta ton.
Baca Juga: KUHAP Baru Tambah Alat Bukti Jadi Delapan, Bukti Elektronik Kini Diakui
"Presiden Prabowo pada awal tahun 2026 telah menyatakan Indonesia resmi swasembada beras per 31 Desember 2025 dan tidak melakukan impor beras sepanjang 2025," katanya.
Qodari menambahkan, peningkatan produksi pangan turut berdampak terhadap kesejahteraan petani.
Berdasarkan data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mencapai 127,73, tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
"Artinya ekonomi para petani membaik sehingga daya beli mereka pun meningkat," ujarnya.
Keberhasilan sektor pertanian Indonesia, lanjut Qodari, juga mendapat perhatian dunia internasional.
FAO menempatkan Indonesia sebagai salah satu titik terang dalam peta pangan global di tengah krisis pangan yang masih melanda sejumlah negara.
Di saat produksi dan cadangan pangan dunia mengalami tekanan, Indonesia justru mampu meningkatkan produksi dan memperkuat stok beras nasional.
"Indonesia kini duduk di posisi keempat sebagai produsen beras terbesar di dunia, berada di bawah India, Tiongkok, dan Bangladesh. Ini merupakan prestasi bangsa sekaligus pengingat betapa besarnya jasa para petani bagi kehidupan kita," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









