Akurat Logo

Pramono Anung Akui Masih Ada Warga Jakarta Tinggal Berdesakan

Okto Rizki Alpino | 15 Oktober 2026, 22:14 WIB
Pramono Anung Akui Masih Ada Warga Jakarta Tinggal Berdesakan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat memberikan kuliah umum di Universitas Ciputra Jakarta, Cengkareng, Kamis (15/10/2026). - Foto: Akurat.co/Okto Rizki Alpino

AKURAT.CO Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti kondisi permukiman kumuh di tengah upaya membangun Jakarta sebagai kota global.

Di wilayah Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Pramono menyebut terdapat rumah berukuran 3x4 meter yang dihuni hingga 15-16 orang.

Pramono mengatakan, pihaknya akan menata kawasan sepanjang 2,3 kilometer di belakang Hotel Grand Hyatt tanpa menggusur warga.

Ia ingin proyek tersebut menjadi contoh pembenahan permukiman yang tidak mengharuskan penghuninya kehilangan tempat tinggal.

"Ini akan menjadi percontohan bahwa Jakarta juga bisa membangun, memperbaiki tanpa menggusur," kata Pramono, saat memberikan kuliah umum di Universitas Ciputra Jakarta, Cengkareng, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga: Pramono Klaim Angka Kemiskinan Jakarta Pertama Kali di Bawah Empat Persen

Kondisi permukiman tersebut merupakan kenyataan yang harus diselesaikan pemerintah daerah. Kepadatan hunian membuat warga harus bergantian tidur dalam tiga sif.

Pramono mengatakan, penataan tidak hanya menuntut perubahan fisik kawasan, tetapi juga kedisiplinan warga untuk menjaga ketertiban dan kerapian lingkungan.

Persoalan permukiman menjadi salah satu tantangan Jakarta di tengah tekanan urbanisasi. Arus pendatang kembali menjadi persoalan karena Jakarta, secara de facto, masih merupakan ibu kota negara.

Selain itu, Jakarta menghadapi ketimpangan sosial ekonomi. Rasio gini Jakarta mencapai 0,435, yang menggambarkan ketimpangan antara warga miskin dan orang kaya.

Pemprov DKI Jakarta juga menghadapi tantangan perkotaan lain, seperti banjir dan sampah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.