Kenaikan Pertamax Dinilai Bebani Kelas Menengah, DPR Minta Penjelasan Terbuka Pemerintah

AKURAT.CO Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita, meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Pertamina (Persero) segera membuka secara transparan mekanisme penentuan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kepada publik.
Permintaan itu disampaikan menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green 95, yang disebut mengalami lonjakan signifikan.
Menurut Ratna, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka faktor-faktor yang menjadi dasar penyesuaian harga, mulai dari pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, biaya pengolahan, hingga distribusi.
"Pemerintah wajib menyampaikan secara terbuka faktor apa saja yang mendasari perubahan harga ini. Publik berhak mendapatkan informasi yang jelas, rasional, dan akuntabel," kata Ratna dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).
Ratna menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak bisa dipandang sebagai persoalan sederhana karena berpotensi menimbulkan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kelompok masyarakat kelas menengah yang selama ini menjadi pengguna utama Pertamax akan menjadi pihak yang paling merasakan dampak kenaikan tersebut.
"Kebijakan ini dipastikan membawa dampak luas terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, terutama kelas menengah," ujarnya.
Baca Juga: BOLT Berkurban 2026 Salurkan Lebih dari 1.000 Paket SuperQurban untuk Masyarakat
Ia menjelaskan kenaikan harga BBM berpotensi mendorong naiknya biaya transportasi dan logistik nasional.
Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat.
Selain itu, Ratna menilai kebijakan tersebut juga berisiko memberikan tekanan terhadap inflasi dan aktivitas ekonomi domestik apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya mengumumkan kenaikan harga, tetapi juga menyiapkan langkah mitigasi yang jelas serta meningkatkan komunikasi publik.
"Masyarakat saat ini sudah menghadapi berbagai tekanan ekonomi. Jangan sampai kenaikan Pertamax tanpa penjelasan yang memadai justru memicu kepanikan dan menurunkan kepercayaan publik," katanya.
Ratna juga mendesak Kementerian ESDM segera memberikan penjelasan mengenai dasar perhitungan kenaikan harga agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
"Kementerian ESDM harus segera hadir menjelaskan rasionalisasi kenaikan harga tersebut agar tidak muncul berbagai spekulasi liar di masyarakat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









