Lapangan Walio Masuki Tahap Baru, Pilot CEOR Jadi Tonggak Pengembangan Migas Kepala Burung
Dedi Hidayat | 30 Desember 2025, 18:14 WIB

AKURAT.CO SKK Migas bersama Petrogas (Basin) Ltd. melaksanakan prosesi Proyek Pilot Walio Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Walio, Wilayah Kerja (WK) Kepala Burung, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
CEOR merupakan metode peningkatan perolehan minyak dengan cara menyuntikkan bahan kimia tertentu ke dalam reservoir atau lapisan batuan di bawah permukaan bumi untuk membantu mendorong minyak yang tersisa agar bisa mengalir dan diproduksikan.
Proyek ini merupakan bagian dari pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP) Wilayah Kerja Kepala Burung. Prosesi ini dilakukan oleh Deputi Eksplorasi, Pengembangan, Dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus serta menandai pelaksanaan injeksi perdana pada proyek ini.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, Dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus menyampaikan bahwa injeksi perdana ini merupakan milestone penting rencana pengembangan CEOR diLapangan Walio.
Lebih dari sekadar pemenuhan KKP, hasil positif dari pilot project ini diharapkan dapat diperoleh dan memenuhi kriteria sukses pilot CEOR, sehingga nantinya dapat dilanjutkan dengan pengembangan CEOR skala komersial.
Proyek ini merupakan bagian dari pemenuhan Komitmen Kerja Pasti (KKP) Wilayah Kerja Kepala Burung. Prosesi ini dilakukan oleh Deputi Eksplorasi, Pengembangan, Dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus serta menandai pelaksanaan injeksi perdana pada proyek ini.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, Dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus menyampaikan bahwa injeksi perdana ini merupakan milestone penting rencana pengembangan CEOR diLapangan Walio.
Lebih dari sekadar pemenuhan KKP, hasil positif dari pilot project ini diharapkan dapat diperoleh dan memenuhi kriteria sukses pilot CEOR, sehingga nantinya dapat dilanjutkan dengan pengembangan CEOR skala komersial.
Baca Juga: Profil Adinda Bakrie, Penerus Generasi Ketiga Bakrie Group dan Sosok Perempuan Berpengaruh di Industri Migas
Proyek pengembangan CEOR Walio skala komersial tersebut bersama dengan pengembangan-pengembangan struktur baru hasil eksplorasi diharapkan dapat menambah cadangan baru, meningkatkan produksi dan memperpanjang usia produksi dari WK Kepala Burung.
Sebagai dampaknya, akan menghasilkan profit untuk Petrogas sebagai operator juga revenue untuk pemerintah dan menggerakkan industri/jasa pendukung di sektor hulu migas.
“Proyek membuktikan bahwa lokasi remote dan jauh bukan menjadi hambatan karena dengan komitmen, dedikasi dan kerja keras, semua persiapan proyek dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Rikky, Selasa (30/12/2025).
Diharapkan proyek ini juga menjadi inspirasi bagi KKKS lain yang mengoperasikan lapangan potensial EOR di area yang infrastruktur hulu migasnya lebih establishedseperti di area Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
President RH Petrogas Companies in Indonesia, Ferry Hakim, menyampaikan bahwa pilot project EOR ini merupakan salah satu pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Kepala Burung dan upaya Petrogas (Basin) Ltd. dalam mengoptimalkan produksi minyak di Lapangan Walio.
“Kesuksesan proyek ini akan membuka peluang besar bagi Petrogas (Basin) Ltd. dalam mengembangkan penerapan CEOR di area yang lebih luas, memperkuat rencana jangka panjang untuk meningkatkan produksi minyak dan memaksimalkan oil recovery,” jelasnya.
Proyek CEOR Walio dilaksanakan dengan pola injeksi 5-titik yang terdiri dari satu sumur injeksi dan empat sumur produksi. Injeksi diarahkan ke zona reservoirKais, yaitu reservoir karbonat yang telah memasuki tahap mature dan telah berproduksi selama lebih dari empat dekade, serta merupakan reservoir utama penghasil minyak di WK Kepala Burung.
Pelaksanaan pilot project didukung oleh pengoperasian fasilitas permukaan khusus, termasuk unit injeksi surfaktan–polimer, sistem pengolahan air, serta jaringan flowlinependukung.
Secara keseluruhan, implementasi pilotproject ini diperkirakan berlangsung selama sekitar 30 hingga 35 bulan sejak dimulainya injeksi hingga penyelesaian evaluasi teknis akhir.
Lapangan Walio dikenal sebagai lapangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia bagian timur. Lapangan ini berlokasi sekitar 3 km dari fasilitas Kasim Marine Terminal dan merupakan salah satu area produksi utama di dalam Wilayah Kerja Kepala Burung PSC.
Proyek pengembangan CEOR Walio skala komersial tersebut bersama dengan pengembangan-pengembangan struktur baru hasil eksplorasi diharapkan dapat menambah cadangan baru, meningkatkan produksi dan memperpanjang usia produksi dari WK Kepala Burung.
Sebagai dampaknya, akan menghasilkan profit untuk Petrogas sebagai operator juga revenue untuk pemerintah dan menggerakkan industri/jasa pendukung di sektor hulu migas.
“Proyek membuktikan bahwa lokasi remote dan jauh bukan menjadi hambatan karena dengan komitmen, dedikasi dan kerja keras, semua persiapan proyek dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Rikky, Selasa (30/12/2025).
Diharapkan proyek ini juga menjadi inspirasi bagi KKKS lain yang mengoperasikan lapangan potensial EOR di area yang infrastruktur hulu migasnya lebih establishedseperti di area Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
President RH Petrogas Companies in Indonesia, Ferry Hakim, menyampaikan bahwa pilot project EOR ini merupakan salah satu pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Kepala Burung dan upaya Petrogas (Basin) Ltd. dalam mengoptimalkan produksi minyak di Lapangan Walio.
“Kesuksesan proyek ini akan membuka peluang besar bagi Petrogas (Basin) Ltd. dalam mengembangkan penerapan CEOR di area yang lebih luas, memperkuat rencana jangka panjang untuk meningkatkan produksi minyak dan memaksimalkan oil recovery,” jelasnya.
Proyek CEOR Walio dilaksanakan dengan pola injeksi 5-titik yang terdiri dari satu sumur injeksi dan empat sumur produksi. Injeksi diarahkan ke zona reservoirKais, yaitu reservoir karbonat yang telah memasuki tahap mature dan telah berproduksi selama lebih dari empat dekade, serta merupakan reservoir utama penghasil minyak di WK Kepala Burung.
Pelaksanaan pilot project didukung oleh pengoperasian fasilitas permukaan khusus, termasuk unit injeksi surfaktan–polimer, sistem pengolahan air, serta jaringan flowlinependukung.
Secara keseluruhan, implementasi pilotproject ini diperkirakan berlangsung selama sekitar 30 hingga 35 bulan sejak dimulainya injeksi hingga penyelesaian evaluasi teknis akhir.
Lapangan Walio dikenal sebagai lapangan minyak terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia bagian timur. Lapangan ini berlokasi sekitar 3 km dari fasilitas Kasim Marine Terminal dan merupakan salah satu area produksi utama di dalam Wilayah Kerja Kepala Burung PSC.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah








