Akurat Logo

Bahlil Lapor ke Presiden Soal Progres Listrik Desa hingga Pabrik Baterai CATL-Antam

Moehamad Dheny Permana | 29 Oktober 2026, 23:28 WIB
Bahlil Lapor ke Presiden Soal Progres Listrik Desa hingga Pabrik Baterai CATL-Antam
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia.

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menerima Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, di Istana Kepresidenan Jakarta, untuk membahas perkembangan program listrik desa serta perkembangan pabrik baterai hasil kerja sama CATL dengan Antam.

Bahlil menyampaikan bahwa hampir 11 ribu desa dan dusun di Indonesia masih belum memiliki akses listrik. Pemerintah menyiapkan peresmian 1.413 titik dalam program listrik desa tahun 2025 yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

"Jadi ada sekitar 1.413 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini," ujar Bahlil usai pertemuan, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Wapres Gibran Dorong Inovasi Kendaraan Listrik Karya Anak Bangsa

Selain melaporkan perkembangan listrik desa, Bahlil juga menyampaikan perkembangan pabrik baterai hasil kerja sama CATL dengan Antam. Pabrik yang peletakan batu pertamanya dilakukan Presiden Prabowo setahun lalu itu disebut sudah mulai berproduksi.

"Dalam waktu dekat akan diresmikan karena pabriknya sudah mulai produksi," imbuhnya.

Baca Juga: Pembiayaan Mobil Listrik BRI Finance Melonjak 12,3 Kali Lipat di Tengah Lesunya Daya Beli

Kehadiran fasilitas tersebut menambah jajaran pabrik baterai kendaraan listrik di Indonesia. Ketiga pabrik tersebut, yakni fasilitas milik Hyundai, pabrik yang telah diresmikan di Halmahera dengan investasi dari RRT, serta pabrik kerja sama CATL dan Antam.

Perkembangan tersebut menunjukkan semakin terintegrasinya ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia, mulai dari pertambangan, pengolahan mineral, hingga produksi sel baterai. Dia juga menilai integrasi rantai produksi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong hilirisasi.

"Mungkin tidak banyak negara yang memiliki ini. Nah ini bagian daripada ikhtiar untuk melakukan hilirisasi," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.