Pemerintah Siapkan 100 Gudang Baru Untuk Tampung Lonjakan Hasil Panen
Hefriday | 11 November 2025, 16:04 WIB

AKURAT.CO Pemerintah merespons kenaikan produksi padi nasional dengan menyiapkan pembangunan 100 gudang Bulog baru untuk memperkuat kapasitas penyerapan gabah dan jagung dari petani.
Langkah tersebut diambil menyusul proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang memprediksi produksi padi tahun 2025 mencapai 34,77 juta ton, atau naik signifikan dari 30 juta ton pada tahun sebelumnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan lonjakan produksi tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemangku kepentingan, terutama Kementerian Pertanian.
Namun, peningkatan produksi harus dibarengi kesiapan infrastruktur yang memadai. “Kita tidak ingin produksi tinggi justru jadi masalah karena penyerapan terhambat,” kata Zulhas di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, selama ini sejumlah wilayah produksi menghadapi kendala karena minimnya fasilitas gudang Bulog. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat petani merugi ketika panen raya.
“Tidak boleh ada petani yang dirugikan akibat tidak terserapnya gabah dan jagung,” tegasnya.
Sebagai solusi, pemerintah mengalokasikan Rp5 triliun untuk pembangunan gudang baru yang tersebar di sentra produksi. Gudang tersebut akan dikelola Bulog untuk menjamin kelancaran distribusi dan menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani.
Zulhas mengungkapkan bahwa pembangunan gudang merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo pada rapat terbatas 28 September 2025.
Arahan itu menegaskan bahwa penguatan rantai pasok pangan harus menjadi prioritas utama pemerintah. “Soal pangan adalah urusan yang tidak boleh ditawar,” ujarnya.
Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) sebagai dasar percepatan pembangunan telah dilakukan oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Pengaturan BUMN, serta Kementerian Keuangan.
Zulhas berharap pembangunan gudang baru ini dapat menjadi solusi permanen bagi masalah penyerapan hasil panen, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






