Menlu Rusia dan AS Sempatkan Diri Bertemu di Sela Pertemuan Menlu G20, Lavrov: Cukup Baik Meski Singkat

AKURAT.CO Rusia dan Amerika Serikat (AS) berusaha merajut diplomasi di tengah hubungan kedua negara yang panas dingin. Pertemuan antara dua petinggi Rusia dan AS pun dilakukan di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Atlanta, Jumat (30/10/2026).
Dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa ia telah melakukan "percakapan yang cukup baik, meski singkat," dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Dalam sebuah konferensi pers, Lavrov menyampaikan bahwa mereka membahas hubungan serta kerja sama dalam forum-forum multilateral, termasuk PBB, G20, dan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
Ia menyatakan bahwa kesediaan AS untuk terus menjalin dialog dengan Rusia di berbagai tingkatan merupakan langkah yang disambut baik. Menurutnya, Moskow dan Washington sebaiknya mengupayakan proyek-proyek yang saling menguntungkan di bidang-bidang di mana kepentingan kedua negara selaras, serta menghindari eskalasi perbedaan pendapat menjadi sebuah konfrontasi.
Terkait hubungan ekonomi, Lavrov membela kesepakatan bahan bakar diesel antara Rusia dan AS. Ia menegaskan bahwa Moskow tidak menerapkan pembatasan apa pun dalam penjualan sumber daya energinya dan akan mendukung pengaturan yang saling menguntungkan.
Namun, ia mengakui bahwa kesepakatan tersebut menuai kritik di Kongres AS. Ia juga mengingatkan agar hal ini tidak ditafsirkan sebagai terobosan dalam hubungan bilateral, mengingat sanksi AS terhadap Rusia masih tetap berlaku.
Lavrov juga melontarkan kritik terhadap bantuan militer AS yang terus berlanjut untuk Ukraina, serta pertukaran intelijen dengan Kyiv.
"Oleh karena itu, kami tidak melihat adanya kemajuan nyata dalam praktiknya," ujarnya.
Lavrov menambahkan bahwa Moskow mendukung upaya kepemimpinan AS untuk mendepolitisasi diskusi di G20 dan kembali fokus pada agenda yang telah disepakati sejak awal, termasuk dampak geopolitik terhadap ekonomi, energi, ketahanan pangan, dan rantai pasok.
Ia memuji langkah AS yang mengizinkan isu-isu tersebut dibahas secara terbuka, seraya menyebut pendekatan itu sebagai langkah yang tepat—meskipun belum jelas sejauh mana diskusi tersebut akan tercermin dalam dokumen akhir.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pertemuan antara para pemimpin Rusia, AS, dan Tiongkok di sela-sela KTT APEC mendatang di Tiongkok, Lavrov mengatakan bahwa gagasan tersebut ditanggapi secara positif oleh ketiga negara. Ia menambahkan bahwa Tiongkok, selaku tuan rumah, tengah menangani pengaturan teknis terkait pertemuan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






