AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah berkomitmen untuk melakukan percepatan untuk melistriki seluruh wilayah Indonesia.
Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam mencapai swasembada energi sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Pada lawatannya ke Kampung Berber, Distrik Bonggo Barat, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Jumat (4/7) lalu, Bahlil berjanji bahwa tahun ini akan melistriki 300 rumah yang masih belum tersambung listrik.
"Jadi nanti yang 300 rumah diselesaikan tahun ini (2025) juga. Nanti Pak Jisman (Direktur Jenderal Ketenagalistrikan) selesaikan. Jangan pakai dana Perusahaan Listrik Negara, pakai dana ESDM. Jadi Pak Bupati dan rakyat yang 300 rumah, Insya Allah clear di tahun ini, biar selesai," tegas Bahlil dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Selasa (8/7/2025).
Dalam kesempatan ini, Bahlil juga meresmikan pembangunan listrik desa (lisdes) oleh PT PLN (Persero).
Listrik desa ini telah menyala di Kabupaten Sarmi sebanyak 4 lokasi, yaitu Kampung Berber dilistriki dengan pembangunan jaringan distribusi, yakni Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 2,35 kilo meter sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 1,44 kms, dan Gardu Distribusi 50 kVA, dengan jumlah pelanggan 19 rumah tangga (RT) dan saat ini statusnya menyala 24 jam.
Kampung Samanente sudah menyala melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 40 kilowatt peak (kWp) dengan jumlah pelanggan 60 RT.
"Berikutnya, Kampung Konderjan sudah menyala melalui pembangunan PLTS 20 kWp dengan jumlah pelanggan 30 RT dan Kampung Nisro sudah menyala melalui pembangunan PLTS 40 kWp dengan jumlah calon pelanggan 15 RT," imbuhnya.
Bahlil menuturkan, program elektrifikasi desa diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp50 triliun dalam lima tahun ke depan. Anggaran ini mencakup pengembangan jaringan listrik perdesaan, peningkatan jam nyala listrik menjadi 24 jam, serta pelaksanaan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi masyarakat tidak mampu.
Dijelaskannya, upaya percepatan elektrifikasi ini merupakan bagian integral dari misi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
"Pemerataan akses listrik bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan fondasi kemandirian energi dan pemerataan pembangunan yang akan menopang daya saing desa, membuka peluang ekonomi baru, dan menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tukas Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










