Akurat Logo

MoU TEI Tembus USD13,2 Miliar, Tantangan Berikutnya Realisasi Ekspor

Esha Tri Wahyuni | 15 Oktober 2026, 23:59 WIB
MoU TEI Tembus USD13,2 Miliar, Tantangan Berikutnya Realisasi Ekspor
Mendag Budi Santoso. - Akurat.co/ Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Nilai nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara eksportir Indonesia dan pembeli luar negeri dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 mencapai USD13,2 miliar atau sekitar Rp 236 triliun pada hari pertama penyelenggaraan. 

Capaian tersebut setara dengan 75,4% dari target transaksi TEI 2026 sebesar USD17,5 miliar. Meski demikian, nilai MoU yang telah ditandatangani belum otomatis mencerminkan ekspor yang terealisasi. 

Tindak lanjut kesepakatan menjadi tahap penting agar penjajakan bisnis selama pameran dapat berlanjut menjadi kontrak dagang dan pengiriman produk ke pasar internasional.

Baca Juga: TEI 2026 Kantongi Komitmen Dagang Rp236 Triliun dari Target Rp313 Triliun

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, optimistis target transaksi TEI tahun ini dapat tercapai. Menurutnya, capaian pada hari pertama menjadi modal bagi pemerintah untuk mengejar target selama lima hari penyelenggaraan pameran.

"Itu baru MoU. Jadi, di luar itu kita belum hitung. Memang target kita total transaksi selama lima hari ini adalah USD17,5 miliar. Saya yakin pasti tercapai karena di hari pertama pun sudah dapat transaksi yang cukup bagus," ujar Budi saat meninjau TEI 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).

TEI ke-41 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Pemerintah mengandalkan penjajakan bisnis yang telah dilakukan sebelum pameran untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Budi menjelaskan, proses tersebut tidak hanya berlangsung ketika pameran dibuka. Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahkan dapat mempersiapkan pertemuan bisnis hingga setahun sebelumnya melalui koordinasi dengan eksportir dan calon pembeli mancanegara.

Eksportir yang ingin mengikuti TEI terlebih dahulu mendaftar dan berkoordinasi dengan Kemendag. Setelah itu, pemerintah membantu mempertemukan mereka dengan calon pembeli melalui perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.

Kemendag memiliki 46 perwakilan perdagangan yang tersebar di 33 negara. Jaringan tersebut mencakup atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), yang membantu menjajaki peluang pasar serta mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon mitra bisnis.

"Jadi, teman-teman yang akan ikut TEI ini sudah mendaftar di kita, sudah ngomong ke kita, kemudian kita lakukan business matching dengan perwakilan kita," kata Budi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.