Indonesia Tawarkan Potensi Karbon Hutan Tropis di Forum Bisnis Osaka
Hefriday | 11 Mei 2025, 12:56 WIB

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia terus memperkuat komitmen dalam mitigasi perubahan iklim global melalui pengembangan perdagangan karbon berbasis hutan tropis.
Komitmen ini ditegaskan dalam forum bisnis bertajuk Business Forum on Forest Carbon Trade yang diselenggarakan di Paviliun Indonesia pada ajang World Expo 2025, Osaka, Jepang.
Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI). Forum ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari sektor publik dan swasta, baik dari Indonesia maupun Jepang.
Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia memaparkan strategi utama melalui program Food and Land Use Coalition (FOLU) Net Sink 2030.
Program ini menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan untuk menjadi penyerap emisi karbon bersih pada tahun 2030, guna mendukung pencapaian target iklim nasional.
Ketua Umum APHI, Indroyono Soesilo, menjelaskan bahwa program FOLU Net Sink merupakan kerangka utama Indonesia dalam memperkuat posisi pada pasar karbon internasional.
“Program ini menjadi kerangka utama Indonesia dalam mencapai komitmen iklim serta mendorong terbentuknya pasar karbon internasional yang kredibel dan berkelanjutan,” ucap Indroyono dalam keterangannya, Minggu (11/5/2025).
Dalam pernyataannya, Indroyono juga menyoroti peluncuran Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) sebagai tonggak penting menuju transformasi ekonomi hijau nasional.
Indonesia, menurutnya, tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga memonetisasi perlindungan tersebut sebagai aset global yang bernilai tinggi.
Forum ini juga membahas pentingnya pengakuan lintas negara terhadap sertifikasi karbon melalui implementasi Mutual Recognition Arrangement (MRA) antara Indonesia dan Jepang.
Pengakuan ini membuka peluang bagi proyek-proyek berbasis solusi alam, seperti restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove, untuk menarik investasi dari pelaku usaha Jepang.
Penasihat FOLU Net Sink 2030, Agus Justianto, dalam forum tersebut menegaskan bahwa kerja sama Indonesia dan Jepang bukan sekadar teknis, melainkan bentuk nyata dari kepemimpinan bersama dalam agenda iklim.
Ia mengajak Jepang untuk berinvestasi dalam solusi iklim berbasis ekosistem hutan tropis yang dimiliki Indonesia.
Salah satu sesi penting dalam forum bisnis ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan Indonesia dan mitra Jepang.
Kesepakatan ini mencakup proyek-proyek berbasis solusi alam, termasuk perlindungan keanekaragaman hayati, yang menjadi nilai tambah dalam perdagangan karbon global.
Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya ekosistem mangrove yang mampu menyerap karbon lima kali lebih besar dibandingkan ekosistem daratan.
Ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas portofolio kredit karbon berbasis alam yang diakui secara internasional.
Direktur Paviliun Indonesia, Didik Darmanto, menyatakan bahwa dengan dukungan kebijakan, sistem pelaporan yang transparan, serta penguatan infrastruktur verifikasi, Indonesia siap menjadi penyedia utama kredit karbon hutan tropis dunia.
“Forum ini adalah titik awal terbentuknya kemitraan baru untuk ekonomi rendah karbon yang inklusif dan adil,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









