Perdagangan Karbon Mulai Ngebut, Tembus 690.675 tCO2e di Kuartal I-2025

AKURAT.CO Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) mencatat per kuartal I-2025, volume perdagangan karbon di IDXCarbon telah mencapai 690.675 ton CO2 ekuivalen (tCO2e), melampaui total transaksi sepanjang tahun 2023 dan 2024 secara kumulatif.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan bahwa capaian signifikan ini menjadi titik terang di tengah upaya Indonesia memantapkan diri sebagai pemain utama dalam pasar karbon regional.
Juga sekaligus menegaskan kesiapan infrastruktur dan regulasi yang mendukung perdagangan karbon domestik maupun lintas negara. “Statistik ini memberikan gambaran optimistis bahwa pasar karbon bukan hanya wacana, tapi mulai menjadi pilihan nyata dalam agenda dekarbonisasi Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/4/2025).
Lonjakan transaksi tak lepas dari kolaborasi erat antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Mereka turut mendorong ekosistem perdagangan karbon melalui penguatan instrumen, peningkatan pelaku pasar, dan kejelasan regulasi.
Baca Juga: IDX Carbon Bidik 750.000 tCO2e Perdagangan Karbon di 2025
Tak hanya itu, peresmian perdagangan internasional unit karbon Indonesia pada awal 2025 menandai babak baru ekspansi pasar karbon dalam negeri ke ranah global.
5 proyek energi ramah lingkungan telah mendapatkan izin untuk diperjualbelikan ke pasar internasional, termasuk PLTGU Priok Blok 4 dan PLTM Gunung Wugul.
“Kolaborasi ini jadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan pasar global pada kredibilitas karbon Indonesia,” jelas Kautsar.
IDXCarbon mencatat peningkatan pengguna jasa sebesar 22% sepanjang kuartal pertama tahun ini, dengan total 111 entitas yang telah terdaftar. Hal ini menandakan ketertarikan sektor industri dan energi dalam memanfaatkan mekanisme karbon sebagai bagian dari strategi bisnis berkelanjutan mereka.
Selain itu, hingga kini terdapat tujuh proyek pengurangan emisi berbasis teknologi yang aktif diperjualbelikan, dengan volume karbon tersedia mencapai lebih dari 2,2 juta tCO2e.
Dengan tren positif ini, Indonesia menargetkan menjadi pusat perdagangan karbon di kawasan Asia. Selain memiliki potensi besar dari sektor energi, kehutanan, dan limbah, Indonesia juga memiliki keunggulan dalam potensi emisi yang bisa dikonversi menjadi kredit karbon.
Namun tantangan tetap ada, khususnya terkait verifikasi proyek, transparansi data, serta harmonisasi regulasi internasional. Oleh karena itu, ke depan pemerintah didorong untuk memperkuat sistem pengawasan dan membangun sistem insentif yang menarik bagi investor.
“Kami terus dorong likuiditas pasar dengan menjaga keseimbangan supply dan demand, termasuk dari pemain internasional,” tambah Kautsar.
IDXCarbon, yang baru mulai beroperasi pada akhir September 2023, kini menjelma sebagai contoh bagaimana mekanisme pasar bisa menjadi alat strategis dalam mendukung pencapaian target emisi nasional dan pembangunan ekonomi hijau yang inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









