TikTok Bersiap PHK Besar-besaran Buntut Larangan di AS

AKURAT.CO TikTok, fenomena global dalam dunia media sosial, kini berhadapan dengan tantangan serius yang dapat mengubah lanskap perusahaannya secara signifikan.
Diperkirakan bahwa perusahaan akan melakukan pemotongan besar-besaran terhadap stafnya di seluruh dunia, sebuah langkah yang dipicu oleh ancaman undang-undang baru yang mengancam untuk melarang layanannya di Amerika Serikat (AS) jika pemiliknya, ByteDance di China, tidak melakukan divestasi.
Informasi mengenai pemotongan staf ini pertama kali dilaporkan oleh Information, sebuah outlet berita yang terkenal dengan liputannya di sektor teknologi. Menurut laporan tersebut, pemotongan ini diperkirakan akan berdampak pada karyawan di berbagai departemen, termasuk konten, pemasaran, dan operasi pengguna.
"Pemotongan ini tidak terkait dengan potensi larangan di AS," kata Seorang sumber internal yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, dilansir Los Angel Times, Jumat (24/5/2024).
Baca Juga: Lirik I Like The Way You Kiss Me Oleh Artemas, Lagu Viral Jadi Tren TikTok
TikTok sendiri telah menjadi subjek perhatian intens dari pihak berwenang AS, dengan beberapa pemimpin politik mengekspresikan kekhawatiran serius tentang hubungan aplikasi tersebut dengan perusahaan induknya, ByteDance, yang berbasis di Tiongkok.
Namun, dalam sebuah pernyataan, ByteDance dan TikTok menegaskan bahwa undang-undang baru yang sedang dipertimbangkan tidak memberikan dasar yang sah untuk menganggap kepemilikan TikTok di Tiongkok sebagai ancaman terhadap keamanan nasional AS.
Di tengah situasi yang semakin tegang, TikTok telah mengambil langkah hukum dengan mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS. Argumen mereka adalah bahwa larangan yang diusulkan akan melanggar hak-hak yang dijamin oleh Konstitusi, khususnya hak kebebasan berpendapat. Langkah ini menunjukkan keteguhan perusahaan dalam mempertahankan posisinya di pasar AS yang sangat penting.
Pemotongan besar-besaran staf ini terjadi di tengah-tengah tren industri teknologi yang melihat banyak perusahaan melakukan penghematan biaya, sekaligus meningkatkan fokus pada teknologi kecerdasan buatan yang sedang berkembang.
Ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh TikTok dan perusahaan teknologi lainnya dalam menghadapi tekanan politik, regulasi, dan persaingan yang semakin ketat di era digital saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







