Tambahan Kuota LPG 3 Kg 350 Ribu Ton, Kementerian ESDM Buka Peluang Impor dari AS

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menungkapkan adanya kemungkinan impor liquid petroleum gas (LPG) 3 Kg dari Amerika Serikat (AS) untuk memenuhi kouta tambahan sebesar 350 ribu ton.
Adapun, pemerintah bakal menambah kouta LPG 3 Kg sebesar 350 ribu ton guna memenuhi kebutuhan masyarakat saat periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung mengatakan saat ini 50% impor LPG berasal dari AS. Dengan begitu, Yuliot menuturkan pemerintah membuka peluang melakukan impor dari AS untuk menambah pasokan saat Nataru 2025/2026.
"Ini kita lihat itu kemungkinannya. Kalau bisa ini kan kita udah sekitar 50 persen lebih itu impor dari AS. Kalau mereka bisa menambah untuk pasukan kita ya kita juga tidak menutup kemungkinan untuk itu," kata Yuliot di Kementerian ESDM, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga: Agustusan, Pertamina Hadirkan Diskon BBM dan LPG 3 Kg
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah menambah kuota liquid petroleum gas (LPG/Elpiji) ukuran 3 kilogram bersubsidi untuk tahun anggaran 2025. Kebijakan ini disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (27/11/2025).
Bahlil menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara tegas meminta pasokan LPG subsidi untuk rakyat, khususnya menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), tidak boleh mengalami kekurangan. Untuk itu, pemerintah menambah kuota sekitar 350 ribu ton dari rencana awal.
"Dalam rapat terbatas yang dipimpin oleh Bapak Presiden menyangkut dengan LPG, kita ada penambahan kuota di mana kuota kita di draf APBN itu 8.160.000. Kita tambah kurang lebih sekitar 350 ribu ton," ujar Bahlil.
Penambahan kuota ini dilakukan sebagai langkah antisipatif agar masyarakat dapat melalui periode Nataru dengan aman dan nyaman tanpa gangguan suplai energi rumah tangga.
Menariknya, kebijakan penambahan kuota ini tidak memerlukan tambahan anggaran negara. Bahlil menjelaskan bahwa pagu anggaran subsidi energi dalam APBN 2025 mencapai Rp82 triliun tetapi realisasi dengan penambahan kuota ini diperkirakan hanya berada di kisaran Rp77-78 triliun.
"Alokasi kita di dalam APBN di 2025 itu kan Rp82 triliun, sementara realisasi dengan menambah 350 ribu ton itu enggak sampai di Rp80 triliun, hanya sekitar Rp77-78 triliun," jelasnya.
Bahlil juga memastikan bahwa penambahan kuota ini hanya berlaku untuk tahun 2025, sementara asumsi subsidi untuk 2026 tetap mengacu pada RAPBN yang sudah disusun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








