Guru Besar UIN Sebut Ketimpangan Standar Pendidikan Jadi Tantangan Ekonomi Syariah

AKURAT.CO Perbedaan signifikan dalam pendekatan pendidikan antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama menimbulkan ketimpangan dalam standar pendidikan yang ujungnya berdampak ke industri ekonomi syariah nasional.
Hal tersebut diungkap oleh Guru Besar dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Prof. Nur Hidayah dalam sebuah Diskusi Publik bertajuk Mengkonkritkan Omon-omon Ekonomi Syariah: 5 Tantangan Utama dan Opsi Solusi di Jakarta, Kamis (4/4/2024).
Kemudian, Nur Hidayah menekankan perlunya penyesuaian standar pendidikan agar lebih sejalan dengan nilai-nilai agama.
Baca Juga: Ganjar-Mahfud Punya Visi RI Jadi Pusat Ekonomi Syariah, Begini Capaian Pemerintah Saat Ini
"Salah satu tantangan yang kita hadapi adalah adanya ketimpangan dalam standar pendidikan antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Kita perlu mendamaikan dan mendekatkan standar tersebut agar lebih sejalan dengan nilai-nilai agama," kata Nur Hidayah.
Selanjutnya, ia juga menjelaskan tentang upaya pemerintah dalam memajukan ekonomi syariah dan menyoroti kebutuhan akan masterplan ekonomi syariah yang komprehensif untuk menghadapi tantangan masa depan.
"Perlu ada upaya yang lebih serius dalam menyusun masterplan ekonomi syariah. Hal ini penting untuk menghadapi tantangan masa depan dan memajukan ekonomi syariah di Indonesia," ujarnya.
Diskusi ini juga mencakup penekanan pada perlunya integrasi antara sektor riil dan sektor keuangan syariah untuk menciptakan ekosistem yang kuat. Dan ia menegaskan bahwa kolaborasi antara berbagai sektor sangat penting dalam memajukan ekonomi syariah secara menyeluruh.
Dengan demikian, Nur Hidayah menggarisbawahi bahwa peningkatan kualitas pendidikan, dukungan riset dan pengembangan, serta integrasi sektor-sektor ekonomi syariah merupakan kunci untuk menghadapi tantangan dan memajukan ekonomi syariah di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








