AKURAT.CO Kementerian Perindustrian memcatat industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE) naik 10% secara tahunan (year on year/yoy) atau mencapai Rp159,41 triliun di kuartal lll-2023.
Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 4,94% (yoy) pada periode yang sama.
Direktur Jenderal ILMATE kementerian Perindustrian (Kemenperin), Taufiek Bawazier menyampaikan bahwa pertumbuhan ini menunjukan sektor ILMATE menjadi contributor yang signifikan terhadap kinerja industri manufaktur maupun ekonomi nasional.
Baca Juga: Kuartal I, Kemenperin Catat Sektor Industri Ilmate Tumbuh 9,86 Persen
“Capaian positif ini membuktikan bahwa kebijakan yang telah kami jalankan selama ini seperti green mobility, hilirisasi, dan smart supply-demand sudah on the right track sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan industri manufaktur,” kata Taufiek dikutip Jumat (10/11/2023).
Dirinci, subsektor ILMATE yang memiliki kinerja kinclong sehingga berperan penting pada pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2023, antara lain adalah industri logam dasar, industri barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik, industri permesinan, serta industri alat angkutan.
“Sektor-sektor ini yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB industri pengolahan nonmigas, baik forward maupun backward linkage,” rinci Taufiek.
Menjelang akhir tahun, aktivitas industri manufaktur Indonesia juga masih dalam fase ekspansi. Hal ini tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) dan Purchasing Manager’s Index (PMI) yang berada di atas level 50 atau ekspansi pada Oktober 2023.
Sementara, jika dilihat dari data ekspor-impor, nilai ekspor sektor industri logam dasar pada kuartal III-2023 tembus sebesar USD10,5 miliar atau naik sebesar 1,72% (yoy). Sedangkan, nilai impor sebesar USD4,89 miliar.
“Hal ini mengakibatkan terjadinya surplus neraca perdagangan hingga USD5,61 miliar. Pertumbuhan positif di sektor ini sejalan dengan perbaikan-perbaikan kebijakan di Kemenperin terkait mekanisme smart supply-demand baja nasional,” ungkap Taufiek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian
- 10Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas









