Akurat Logo

Peringati Hari Santri, Garudafood Wujudkan Semangat Inklusivitas bagi Santri-santri Istimewa

Ayu Rachmaningtyas | 26 Oktober 2026, 19:44 WIB
Peringati Hari Santri, Garudafood Wujudkan Semangat Inklusivitas bagi Santri-santri Istimewa
Garudafood bersama Sekolah Relawan menyalurkan donasi di 10 pondok pesantren di Jawa Barat dan Banten dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional. - Foto: Garudafood

AKURAT.CO Memperingati Hari Santri Nasional, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (Garudafood) bersama Sekolah Relawan menyalurkan donasi kepada sekitar 1.000 santri dan pengasuh di 10 pondok pesantren di Jawa Barat dan Banten.

Salah satu penerimanya, Pondok Pesantren Cahaya Qur'an di Kabupaten Bogor yang merupakan tempat belajar sekaligus tinggal bagi anak-anak penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, yang sebagian besar berasal dari keluarga prasejahtera.

Di Pondok Pesantren Cahaya Qur'an, Garudafood menyerahkan paket sembako, perlengkapan ibadah berupa mukena, sarung, dan sajadah, serta produk Garudafood.

Santri di pesantren lain di Jawa Barat dan Banten menerima donasi berupa produk Garudafood.

Penyaluran dilakukan di sembilan pondok pesantren yang tersebar di Bogor, Sukabumi, Depok dan Lebak.

Donasi diserahkan secara simbolis oleh Dian Astriana, Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, kepada Kepala Pondok Pesantren Cahaya Qur'an, Firman Sukmawirya.

"Hari Santri merupakan momentum untuk mengapresiasi semangat, ketekunan, dan kontribusi para santri dalam membangun bangsa, termasuk santri istimewa, teman-teman difabel yang terus belajar dan berkarya. Melalui aksi langsung ini, Garudafood ingin menghadirkan lingkungan yang inklusif, membuka kesempatan yang setara, serta mendorong para santri untuk terus berkembang dan meraih potensi terbaiknya," Dian Astriana, menjelaskan melalui keterangannya, Senin (26/10/2026).

Firman Sukmawirya menyambut baik kepedulian tersebut. Menurutnya, sebagian besar santri berasal dari keluarga kurang mampu sehingga kebutuhan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri.

"Mayoritas santri kami berasal dari keluarga yang kurang mampu. Donasi ini sangat berarti bagi kebutuhan sehari-hari dan memberi semangat bagi anak-anak. Kami berterima kasih atas perhatian dan kebersamaan yang diberikan, dan kami berharap anak-anak terus bersemangat menuntut ilmu," ujarnya.

Bagi santri tunanetra, keterbatasan penglihatan membuat akses pendidikan layak menjadi tantangan khusus, sementara keterbatasan ekonomi keluarga turut menyulitkan pemenuhan kebutuhan dasar.

Baca Juga: Perluas Program Bijak Jajan Cinta Bumi 2026, Garudafood Ajak Generasi Muda Bijak Mengeluarkan Uang dan Peduli Lingkungan

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.