Mendagri Ingatkan Konflik Masinton-DPRD Tapteng Jangan Ganggu Penanganan Bencana

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengingatkan konflik politik antara DPRD Tapanuli Tengah dan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, jangan sampai mengganggu penanganan bencana yang tengah dihadapi masyarakat.
Diketahui, konflik politik antara eksekutif dan legislatif ini memanas setelah lima partai politik pemilik kursi DPRD Tapteng menyuarakan wacana pemakzulan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu.
Menurutnya, perbedaan politik tidak seharusnya memengaruhi penanganan bencana. Terlebih, Tapteng masih menghadapi persoalan banjir yang berdampak terhadap masyarakat.
Baca Juga: Dorong Penyaluran Bantuan di Tapteng, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Pendataan
"Prinsip dasar saya sudah saya sampaikan bahwa jangan sampai perbedaan politik, masalah-masalah politik mempengaruhi penanganan masalah bencana," kata Tito usai rapat bersama Komisi II DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Sebab, apabila persoalan politik antara pemerintah daerah dan DPRD berdampak terhadap perubahan maupun pembahasan APBD, masyarakat justru akan menjadi pihak yang dirugikan.
"Nah sekarang kalau seandainya ada masalah politik antara eksekutif dan legislatif berakibat kepada perubahan APBD, yang kasihan rakyat. Di sana kan lagi bencana. Belum selesai, banjir lagi," ujarnya.
Dia juga telah melakukan kunjungan kerja ke Tapteng untuk melihat langsung kondisi penanganan bencana. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah pembangunan sabo dam, untuk mengantisipasi dampak banjir dan aliran material lumpur.
Baca Juga: Kementerian PU Kebut Pembangunan Sabo Dam Tapteng
Menurutnya, pembangunan sabo dam tersebut perlu dipercepat oleh Kementerian Pekerjaan Umum karena wilayah Tapteng kembali dilanda banjir setelah sebelumnya dilakukan pembersihan.
"Memang cara satu-satunya sabo dam itu. Untuk makanya dipercepat oleh Menteri PU. Karena kenapa? Karena kemarin banjir lagi lebih kurang 3 bulan yang lalu kan. Sudah dibersihkan, kemudian kena lagi," jelasnya.
Tito mencontohkan kondisi di Kecamatan Tukka yang kembali tertutup lumpur akibat banjir. Kondisi tersebut membuat masyarakat kembali harus mengungsi, setelah sebelumnya telah kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah






