Safari Politik Jokowi Dinilai Tak Akan Melemahkan Kekuatan PDIP

AKURAT.CO Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan safari ke sejumlah daerah menjelang tahun politik 2029 dinilai tidak akan menggerus kekuatan politik PDI Perjuangan (PDIP).
Sebaliknya, langkah tersebut justru diperkirakan semakin memperkuat konsolidasi internal partai berlambang banteng hingga ke tingkat akar rumput.
Pengamat politik Yusak Farchan menilai pernyataan Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, yang menyebut agenda keliling daerah Jokowi tidak akan melemahkan partainya menunjukkan tingkat kepercayaan diri PDIP yang cukup tinggi dalam menghadapi manuver politik mantan kadernya tersebut.
Menurut Yusak, PDIP saat ini tidak melihat aktivitas politik Jokowi sebagai ancaman serius terhadap basis dukungan partai.
Keyakinan itu didasarkan pada pengalaman politik beberapa tahun terakhir yang menunjukkan pengaruh elektoral Jokowi tidak otomatis mampu mendongkrak suara partai tertentu.
“Pernyataan Djarot menunjukkan PDIP cukup percaya diri menghadapi manuver Jokowi. Mereka menilai efek politik Jokowi tidak cukup signifikan untuk mengancam kekuatan PDIP ataupun mendongkrak PSI secara drastis,” kata Yusak saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Ia menilai kehadiran Jokowi di berbagai daerah justru berpotensi memicu respons politik dari kader-kader PDIP di tingkat bawah untuk semakin memperkuat konsolidasi organisasi.
Baca Juga: Jelang Politik 2029, PDIP Bentuk Tim Khusus Bedah UU Pemilu
“Di daerah yang dikunjungi Jokowi, konsolidasi PDIP justru berpotensi semakin menguat karena kader akan semakin terdorong untuk menjaga basis dukungan partai,” ujarnya.
Yusak melihat dinamika yang berkembang antara Jokowi dan PDIP saat ini merupakan kelanjutan dari ketegangan politik yang muncul setelah hubungan keduanya memburuk dan berujung pada pemecatan Jokowi dari partai tersebut.
Menurutnya, rivalitas itu kini semakin terlihat melalui saling kritik dan sindiran yang kerap dilontarkan tokoh-tokoh PDIP maupun Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang belakangan dikaitkan dengan Jokowi dan keluarganya.
“Perang pernyataan antara elite PSI dan PDIP terkait langkah politik Jokowi merupakan kelanjutan dari persaingan politik yang muncul setelah hubungan Jokowi dan PDIP berakhir,” katanya.
Lebih jauh, Yusak memprediksi kompetisi politik antara Jokowi dan PDIP masih akan berlangsung hingga mendekati Pemilu 2029.
Meski tidak lagi berada di bawah naungan PDIP, Jokowi dinilai tetap memiliki pengaruh politik yang akan diperhitungkan dalam peta kekuatan nasional.
“Jokowi dan PDIP kemungkinan akan terus berada dalam arena persaingan politik menuju 2029. Keduanya tetap menjadi faktor penting dalam dinamika politik nasional beberapa tahun ke depan,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa rencana Jokowi mengunjungi sejumlah daerah tidak akan mengurangi kekuatan politik partainya.
Pernyataan itu disampaikan usai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD PDIP se-Indonesia di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Baca Juga: Cetak Sejarah Tembus Semifinal IFA7 World Championship 2026, Indonesia Tantang Brasil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








